Serentak di 36 Kota, POGI Aceh dan Pegadaian Gelar Merdeka Stunting 2026
PIKIRANACEH.COM | BANDA ACEH – Upaya memperkuat pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus digencarkan. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Aceh bersama PT Pegadaian Banda Aceh menggelar kegiatan Merdeka Stunting 2026 dengan mengusung tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting”, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pegadaian Blang Padang, Banda Aceh, tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di 36 kota di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bentuk kolaborasi POGI dan PT Pegadaian dalam memperkuat perhatian terhadap kesehatan perempuan, khususnya ibu hamil, sebagai bagian penting dari upaya menekan angka stunting serta meningkatkan keselamatan ibu dan anak.
Di Aceh, kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 ibu hamil yang berasal dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Para peserta mendapatkan rangkaian layanan kesehatan dan edukasi sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun tumbuh kembang bayi.
Ketua Panitia Merdeka Stunting 2026, dr. Munawar, Sp.OG (K), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama yang digelar serentak di 36 kota di Indonesia.
“Kegiatan ini dilaksanakan oleh POGI Aceh bekerja sama dengan PT Pegadaian Banda Aceh dan dilakukan serentak di 36 kota se-Indonesia. Untuk di Aceh, pemeriksaan ibu hamil diikuti sebanyak 30 orang yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Merdeka Stunting 2026 tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan ibu hamil, tetapi dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang mencakup penyuluhan kesehatan, edukasi gizi dan pencegahan stunting, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.
Selain edukasi, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan antenatal care (ANC) untuk memantau kondisi kesehatan ibu sekaligus perkembangan kehamilan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi secara dini berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Untuk memperkuat deteksi dini, peserta juga mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG). Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kehamilan dapat dipantau secara lebih komprehensif sehingga apabila ditemukan indikasi atau faktor risiko tertentu dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam kegiatan tersebut, peserta turut memperoleh MMS (Multiple Micronutrient Supplementation) yang disertai dengan edukasi mengenai cara penggunaan yang tepat. Pemberian suplementasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan mikronutrien ibu selama masa kehamilan.
“Jadi, kegiatan ini tidak hanya pemeriksaan. Ada penyuluhan kesehatan, gizi dan pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan dan ANC, kemudian pemeriksaan USG oleh dokter SpOG, pemberian MMS yang disertai edukasi penggunaannya, serta konseling berdasarkan hasil pemeriksaan,” jelas dr. Munawar.
Ia menambahkan, setiap peserta juga mendapatkan konseling berdasarkan hasil pemeriksaan. Bagi ibu hamil yang ditemukan memiliki faktor risiko tinggi, akan diberikan arahan dan tindak lanjut sesuai dengan kondisi serta kebutuhan medis masing-masing.
Langkah tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak berhenti pada pemeriksaan semata, melainkan dilanjutkan dengan intervensi dan pemantauan terhadap peserta yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap ibu hamil memiliki peran penting dalam menemukan secara lebih awal berbagai persoalan kesehatan yang dapat berdampak terhadap kondisi ibu dan janin. Dengan deteksi dini, langkah penanganan maupun tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Ketua POGI Aceh, dr. Munizar, Sp.OG, K-Onk, menegaskan bahwa kegiatan Merdeka Stunting 2026 tidak semata-mata berorientasi pada pencegahan stunting, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk menyelamatkan dan meningkatkan kualitas kesehatan perempuan Indonesia.
Ia menyebut gerakan tersebut sejalan dengan semangat “SPRIN” atau Selamatkan Perempuan Indonesia, yakni mendorong masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk lebih serius mengenali serta menangani berbagai persoalan kesehatan perempuan.
“Kita ingin menyelamatkan perempuan Indonesia. Dengan mengetahui masalah yang dialami ibu hamil melalui pemeriksaan, kita dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan sehingga angka kematian ibu dan anak dapat ditekan,” kata dr. Munizar.
Menurutnya, kesehatan ibu selama masa kehamilan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kesehatan bayi sejak dalam kandungan. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara berkala dan deteksi dini terhadap berbagai risiko harus menjadi perhatian bersama.
Selain pemeriksaan ibu hamil, upaya perlindungan terhadap perempuan juga dilakukan melalui vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk melindungi perempuan dari penyakit yang dapat mengancam kesehatan dan kualitas hidup.
Kolaborasi POGI Aceh dan PT Pegadaian melalui Merdeka Stunting 2026 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting dan penyelamatan ibu serta anak harus dimulai sedini mungkin, termasuk sejak masa kehamilan.
Melalui semangat “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting”, perhatian terhadap kesehatan ibu diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan medis semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan serentak di 36 kota tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, dimulai dari memastikan ibu mendapatkan layanan kesehatan yang baik selama kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang secara optimal.


