Daerah

Bukan Lagi Bergantung Hujan! Sawah Tadah Hujan Paya Seupat Kini Panen Dua Kali Setahun, Kadistanbun Bireuen Angkat Topi

27
×

Bukan Lagi Bergantung Hujan! Sawah Tadah Hujan Paya Seupat Kini Panen Dua Kali Setahun, Kadistanbun Bireuen Angkat Topi

Share this article
BIREUEN – Perubahan besar mulai dirasakan petani Gampong Paya Seupat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Sawah yang sebelumnya hanya mengandalkan curah hujan, kini mampu dikelola menjadi lahan produktif dengan dua kali musim tanam dalam setahun. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan pengairan bukan penghalang untuk meningkatkan produktivitas pertanian

PIKIRANACEH.COM | BIREUEN – Perubahan besar mulai dirasakan petani Gampong Paya Seupat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Sawah yang sebelumnya hanya mengandalkan curah hujan, kini mampu dikelola menjadi lahan produktif dengan dua kali musim tanam dalam setahun. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan pengairan bukan penghalang untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Semangat dan keberhasilan petani itu mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE, MM, saat menghadiri Khanduri Blang atau kenduri turun sawah di Gampong Paya Seupat, Sabtu (31/10/2026).

Dalam suasana penuh kebersamaan, Mulyadi menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat masyarakat dan petani Paya Seupat yang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana pengairan.

“Saya sangat bangga melihat semangat masyarakat dan petani Paya Seupat. Hebat masyarakat Paya Seupat. Segala bantuan yang diberikan pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab kami terhadap petani,” ungkap Mulyadi.

Ia menegaskan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen terbuka terhadap berbagai aspirasi dan kebutuhan petani, baik menyangkut alat dan mesin pertanian (alsintan), persoalan pengairan maupun kendala lainnya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara petani, pemerintah gampong, penyuluh pertanian dan dinas terkait menjadi kunci untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Dari 50 Hektare Sawah, 20 Sumur Bor Jadi Penopang Produktivitas

Keuchik Gampong Paya Seupat, Muhammad Husen, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki areal persawahan sekitar 50 hektare.

Sebelum 2019, sebagian besar persawahan di gampong tersebut masih berstatus sawah tadah hujan sehingga aktivitas pertanian sangat bergantung pada kondisi cuaca dan curah hujan.

Namun, melalui dukungan Dana Desa, partisipasi masyarakat serta bantuan Dinas Pertanian, kondisi tersebut perlahan berubah.

Kini, lahan persawahan di Paya Seupat mampu dioptimalkan untuk dua kali musim tanam setiap tahun.

Salah satu faktor pendukung keberhasilan tersebut adalah pembangunan sekitar 20 unit sumur bor bertenaga listrik yang dilakukan melalui Dana Desa dengan tambahan dukungan dari Dinas Pertanian.

Meski sebagian besar petani masih mengandalkan sumur bor sebagai sumber pengairan, upaya tersebut terbukti membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.

Tahun 2026 Dapat Bantuan Traktor hingga Jalan Usaha Tani

Tidak hanya mengandalkan swadaya masyarakat, pada 2026 Gampong Paya Seupat juga memperoleh sejumlah dukungan dari Dinas Pertanian, di antaranya bantuan traktor, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton serta sumur bor.

Ke depan, dari total 50 hektare lahan persawahan, sebanyak 14 hektare direncanakan menerapkan teknik penanaman PM AAS pada musim tanam mendatang, sedangkan 36 hektare lainnya tetap menggunakan pola tanam normal.

Penerapan pola tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian masyarakat.

Khanduri Blang Jadi Momentum Memperkuat Ketahanan Pangan

Khanduri Blang bukan sekadar tradisi turun-temurun masyarakat Aceh dalam menyambut musim tanam. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan, semangat gotong royong serta komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan.

Keberhasilan Gampong Paya Seupat mengoptimalkan sawah tadah hujan menjadi lahan yang mampu ditanami dua kali setahun patut menjadi inspirasi bagi gampong lain yang menghadapi persoalan serupa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP, M.Ec.Dev, Analis Lahan dan Irigasi Pertanian Muhammad Kasem, SP, rombongan Dinas Pertanian, Ketua APDESI Gandapura, BPP Gandapura serta para penyuluh pertanian.