Politik

Saat KTT ASEAN di Gelar, Pasukan Junta Myanmar Bakar 19 Warga Sipil Hidup-Hidup

95
×

Saat KTT ASEAN di Gelar, Pasukan Junta Myanmar Bakar 19 Warga Sipil Hidup-Hidup

Share this article

PIKIRANACEH.COM | Myanmar – Ketika konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN digelar di Labuan Bajo, Pasukan junta Myanmar dilaporkan telah membakar 19 warga sipil hidup-hidup, termasuk delapan anak-anak, pada Rabu pekan lalu.

Warga mengatakan bahwa pasukan junta menahan beberapa orang yang tinggal di Desa Nyaung Pin Thar di kawasan Bago pada 10 Mei lalu. Pasukan kemudian membakar para warga sekitar pukul 17.00.

Salah satu sumber mengatakan kepada media, menjelang akhir pekan lalu Lima di antara 19 orang yang dibakar tersebut merupakan satu keluarga. Salah satunya adalah anak-anak yang baru berusia 6 tahun. “Pasukan junta militer membunuh mereka begitu saja,”.

Pembakaran itu terjadi di kawasan Bago, di mana pertempuran pecah antara tentara junta dan dua kelompok pemberontak Karen, yaitu Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) dan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA).

Beberapa jam sebelum pembakaran itu, pemberontak melancarkan serangan ke salah satu situs tambang di kawasan Bago.

“Kami meledakkan tambang sekitar 15 kali dan sekitar 30 tentara junta tewas. Setelah itu, tentara junta ke Desa Nyaung Pin Thar. Pertempuran juga pecah di sana,” ucap salah satu pemberontak.

Ia kemudian berkata, “Kami baru tahu semalam, setelah pertempuran berakhir, bahwa mereka membunuh warga-warga yang tidak berdosa di desa itu. Kami baru menemukan jasad mereka pagi ini.”

Pembakaran ini sendiri terjadi ketika KTT ASEAN digelar di Labuan Bajo. Konflik Myanmar merupakan salah satu momok yang menjadi sorotan para pemimpin negara blok Asia Tenggara tersebut.

Para pemimpin ASEAN bahkan merilis satu deklarasi khusus untuk mengecam serangan terhadap konvoi diplomat yang membawa bantuan di Myanmar. Konvoi tersebut juga mencakup diplomat Indonesia.

Selama acara berlangsung, sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Joko Widodo, juga terus memperingatkan Myanmar agar segera menghentikan konflik.