PIKIRANACEH.COM – Idul Adha dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah.
Dengan begitu PP Muhammadiyah memprediksi 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada Senin, 19 Juni 2023.
Baca Juga: Jadwal Taipei Open 2023, Selasa 20 Juni: 10 Wakil Indonesia Bermain Pada Hari Pertama
Lalu Idul Adha atau Hari Raya Kurban (Lebaran Haji atau Hari Raya Haji) juga akan jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023.
Mengawali hari Idul Adha, tentunya umat Islam disunahkan untuk melaksanakan berbagai aktifitas yang berpahala, semisal puasa sunnah.
Nanti ketika tiba Idul Adha, Lebaran Haji atau Hari Raya Haji umat Islam disunahkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha.
Sama seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha atau bisa juga disebut dengan Hari Raya Haji dirayakan pada pagi hari.
Hari Raya Haji Ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat muslim.
Namun, dalam perayaan Idul Adha sendiri selain identik dengan sholat Ied, sudah pasti ada agenda menyembelih hewan kurban.
Selain menyembelih hewan kurban, pada Hari Raya Haji juga ada teks khutbah Idul Adha.
Berikut rekomendasi teks khutbah Idul Adha 2023 tentang merayakan Lebaran Haji atau Hari Raya Haji yang telah dikutip dari jabar.kemenag.go.id.
Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Baca Juga: Kinerja Penanganan Stunting di Kabupaten Aceh Besar Progresif
Hadirin Rohimakumulloh
Alhamdulillah Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah yang juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji” masih kita rasakan pada 1444 H atau 2023 ini.
Dimana pada 10 Dzulhijjah ini kaum muslimin yang sedang menunaikan haji sedang melaksanakan agenda yang utama.
Agenda yang utama dalam pelaksanaan haji yaitu wukuf di Arafah.
Siapa yang di sini kemarin puasa Arafah?
Adakah hadirin rohimakumulloh yang melaksanakan puasa Arafah?
Kita melaksanakan puasa Arafah memang tidak sesulit atau seistimewa mereka semua yang berangkat haji.
Karena pelaksanaannya pun beda, kita hanya berpuasa dan mengharap Ridho dan pahala dari-Nya.
Kita bisa memakai baju apa saja, baju pekerjaan, baju santai, sampai baju daster juga sah-sah saja Bu kita berpuasa.
Beda dengan mereka di sana yang melaksanakan wukuf di Arafah, harus memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit.
Pakaian serba putih dan tidak berjahit itu di sebut pakaian ihram.
Baca Juga: Bournemouth Pecat Gary O’Neil Dari Kursi Pelatih Utama
Dimana pakaian ihram tersebut melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup.
Tidak hanya itu, pakaian ihram juga mempunyai tatanan nilai.
Tatanan nilai yang dimaksud yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.
Tidak dapat dibedakan antara kedudukan, harta hingga derajat mereka.
Seolah mereka yang di sana semuanya merasa sederajat.
Mereka di sana juga pastinya sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa.
Pasti hadirin rohimakumulloh bertanya, seindah apa sih di sana?
Pasti indah sekali ibu-ibu, karena selain mereka memakai pakaian yang sama, mereka juga bersama-sama membaca kalimat talbiyah sambil I’tiraf. ***












