Politik

Dollar Hari Ini

52
×

Dollar Hari Ini

Share this article

 

PIKIRANACEH.COM | EKONOMI – Mata uang rupiah ditutup melemah 0,26% terhadap dolar AS di angka Rp15.320/US$ pada perdagangan Senin (21/8/2023). Rupiah kembali menyentuh level Rp15.300/US$ berbanding terbalik dengan perdagangan dunia pada Jumat lalu  berada pada angka Rp15.280/US$

Bank Indonesia (BI) hari ini akan merilis laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2023 yang juga memuat data transaksi berjalan.

Sebagai catatan, NPI mencatat surplus US$ 6,5 miliar sementara transaksi berjalan surplus sebesar US$ 3,0 miliar atau 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2023.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu, BI memperkirakan NPI yang positif diperkirakan berlanjut, didukung transaksi berjalan yang diperkirakan terjaga sehat dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB pada 2023.

Baca Juga: Otavio Segera Bergabung Dengan Al Nassr

Pergerakan transaksi berjalan dan NPI akan sangat berdampak kepada nilai tukar rupiah. Pasalnya, NPI akan mencerminkan seberapa besar kekuatan ekspor serta arus modal asing yang masuk.

Hal itu akan menentukan besaran pasokan dolar serta cadangan devisa yang akan memperkuat rupiah.

Data transaksi berjalan juga menjadi salah satu faktor fundamental dalam mengukur kesehatan ekonomi makro Indonesia.

Jika transaksi berjalan dan NPI ambruk maka bukan tidak mungkin investor akan semakin meninggalkan pasar keuangan Tanah Air karena menilai Indonesia kurang menarik.

Baca Juga: Dedy Syahputra Terpilih Sebagai Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe Periode 2023-2028

Di sisi lain, pelemahan rupiah terjadi akibat ketidakpastian global yang meningkat setelah rilis data risalah Federal Open Market Committee (FOMC) AS pekan lalu serta kasus Evergrande di China.

Risalah FOMC mengisyaratkan adanya potensi bahwa AS akan bersikap hawkish untuk mengatasi naiknya inflasi AS masih ada. Imbasnya terlihat pada imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat mendekati level tertingginya sejak 2007 pada Kamis lalu ke level 4,30%. Pada hari ini terlihat imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun tercatat di angka 4,28%.

Indeks dolar AS juga menguat tajam ke 103,33 yang menjadi posisi tertingginya sejak Juni 2023. Hal ini menandai investor tengah memburu dolar dan melepas investor dari negara lain, seperti rupiah.

Baca Juga: Suplai air PDAM Tirta Pase Unit Cot Girek Mati diperkirakan akan Normal 3 sampai 4 hari Kedepan

Pekan ini, pelaku pasar menanti Simposium Ekonomi Jackson Hole di Wyoming selama tiga hari, yang diselenggarakan setiap tahun oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) wilayah Kansas City sejak 1981.

Pada acara tersebut akan ada pidato dari Chairman The Fed, Jerome Powell. Apa yang akan disampaikan Powell inilah yang ditunggu-tunggu pasar. Pasalnya, hal tersebut bisa memberikan gambaran lebih jelas terhadap kebijakan apa yang akan diambil ke depan.

Tak hanya itu, dari eksternal pergerakan rupiah kemarin juga dipengaruhi oleh keputusan bank sentral China (PBoC) yang memangkas suku bunga loan prime rate untuk tenor 1 tahun menjadi 3,45% dari 3,55%. Pemangkasan tersebut merupakan upaya PBoC untuk membantu pemulihan ekonomi China yang tengah lesu.