Situs Peninggalan Manusia Prasejarah 7000 Tahun Lalu Ada di Aceh Tamiang
PIKIRAN RAKYAT –Situs peninggalan manusia prasejarah diperkirakan dari 5000-7000 tahun lalu ada di Aceh Tamiang tepatnya di Kampung Masjid, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Situs prasejarah ini berupa bukit kerang, kini peninggalan prasejarah tersebut menjadi salah satu objek wisata di Aceh Tamiang namun belum terawatt dengan baik.
Ketinggian bukit kerang ini tinggal sekitar dua meter lagi karena sebelum warga sebelum mengetahui peninggalan sejarah, warga mengambilnya untuik kebutuhan dapur mereka.
Dari penelitian yang dilakukan Keberadaan bukit kerang ini merupakan peninggalan manusia prasejarah sekitar 5000-7000 tahuan yang lalu.
Oleh pakar geologi Callefens pada tahun 1925 hingga tahun 1926 melakukan ekskavasi di bukit kerang ini, kemudian oleh peneliti belanda van der Meer Mohr juga terungkap sebagian dari kerang terdiri dari meretrix- meretrix dan sebagian kecil Ostrea.
Baca : Asal-usul dari Perhiasan Kalung, Manusia Prasejarah pun Memakai Aksesori Ini
Tumpukan yang awalnya dikira lapisan bumi ternyata tumpukan sisa-sisa kulit kerang. Di antara kerang itu mungkin ada yang dipergunakan sebagai alat tiup, alat minum, atau gayung air. Mungkin ada pula yang dijadikan sebagai perhiasan, juga terdapat juga jenis kerang yang biasa untuk makan.
Bekas-bekas itu menunjukkan pada zamannya telah adanya penduduk pantai yang tinggal dalam rumah- rumah bertonggak. Hidupnya terutama dari siput dan kerang. Siput-siput itu dipatahkan ujungnya, kemudian dihisap isinya dari bagian kepala.
Sisa-sisa makanan mereka berupa rumah siput yang telah dipotong bagian ekornya kemudian kulit-kulit kerang tersebut dibuang pada suatu tempat sehingga membentuk ketinggian.
Selama ratusan sampai ribuan tahun kemudian, timbunan itu bereaksi secara kimiawi dan menjelma menjadi bukit kerang, inilah yang dinamakan sampah makananan manusia prasejarah era Mesolitikum yang diperkirakan datang ke Aceh Tamiang sekitar 5000 hingga 7000 tahun yang lalu.
Salah satu ciri kehidupan yang menonjol pada masyarakat zaman mesolithikum atau zaman batu madya di Indonesia hidup dari berburu dan meramu. Kebanyakan dari mereka hidup di gua-gua di tepi pantai.
Baca : Sejarah Aceh yang Ternoda
Di masa ini, manusia diyakini sudah mulai hidup menetap. Bukti yang mendukung hal tersebut dengan ditemukannya sampah sisa-sisa makanan seperti kulit kerang dan gua yang digunakan manusia purba sebagai tempat tinggal.
Kini bukit kerang ini telah ditetapkan Pemkab Aceh Tamiang sebagai salah satu situs sejarah di daerah ini, meski situs tersebut kurang terawat(*)












