PIKIRAN ACEH – Eks Kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) mendesak para petinggi GAM harus tegas menjawab persoalan pengibaran Bendera Bintang Bulan (BB) di setiap menjelang 4 Desember.
Hal itu di ungkapkan oleh Nasrizal alias Cek Bay yang merupakan Ulee Kompi Sagoe Kulam Meudelat, pada Minggu 19 November 2023.
Menurutnya, hari ini seharusnya petinggi GAM harus tegas mengatakan bahwa di setiap tanggal 4 Desember akan dilakukan pengibaran Bendera Bintang Bulan, bukan hanya doa bersama dan santun anak yatim.
“Fenomena belakangan ini, setiap 4 Desember para petinggi GAM selalu di konfirmasi oleh Aparat Penegak Hukum, terkait apakah akan dilakukan pengibaran bendera bintang bulan. Namun para petinggi GAM selalu menjawab bahwa tidak ada intruksi pengibaran Bendera Bintang Bulan, tapi hanya doa bersama dan santun anak yatim. Hal ini bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan,” Sebut Cek Bay.
“Kawan-kawan selama ini tetap melakukan pengibaran bendera, bahkan dengan cara sembunyikan -sembunyi di setiap hari milad GAM pada 4 Desember,” tegas Cek Bay.
Hal ini terjadi karena para petinggi GAM tidak berani tegas mengintruksikan pengibaran Bendera, tapi lebih untuk takut menyatakan sikap terhadap apa yang menjadi tanggung jawab bersama.
Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh Petinggi GAM agar mengintruksikan pengibaran bendera di setiap 4 Desember, karena secara hukum bahwa bendara Bintang Bulan sudah sah berkibar sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh yang telah ditetapkan oleh DPRA.
Lanjutnya, bahwa pengibaran bendera bintang bulan tidaklah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) , karena tujuan untuk bergabung telah disepakati dalam perjanjian MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu. “Jadi jangan jadikan alasan separatis sebagai tameng untuk mengkambing hitamkan bendera,” Tegas Cek Bay.
Untuk itu dirinya sekali lagi berharap kepada seluruh petinggi GAM untuk mengintruksikan pengibaran Bendera Bintang Bulan, jangan bersembunyi di balik doa bersama dan santun anak yatim.***












