Politik

BREAKING NEWS: 37 Pria Pengungsi Rohingya Mendarat di Kuala Idi Aceh Timur

72
×

BREAKING NEWS: 37 Pria Pengungsi Rohingya Mendarat di Kuala Idi Aceh Timur

Share this article

PIKIRAN ACEH –  Sebanyak 37 warga etnis Rohingya ditemukan di kawasan Kuala Idi, Aceh Timur, Aceh. Berbeda sebelumnya, pengungsi yang mendarat kali ini semuanya pria.

“Menurut informasi sementara jumlah mereka 37 orang,” kata Protection Associate United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Faisal Rahman kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (14/12/2023).

Para pengungsi itu disebut ditemukan warga pagi tadi. Saat ditemukan, mereka sudah berada di daratan. Tidak ditemukan kapal disekitar lokasi mereka mendarat.

“Informasi saya terima mereka sekarang masih di TPI Idi,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, para pengungsi itu ditemukan di lokasi berbeda. Mereka diduga berpencar usai turun dari kapal.

Baca Juga: Cerita Warga Rohingya Menempuh Perjalanan Mengerikan Hingga Sampai ke Aceh: Di Pengungsian Ada Geng Kriminal

Diketahui, ini merupakan gelombang ke-10 Rohingya yang mendarat di Aceh sejak 14 November lalu.

Empat gelombang mendarat di Pidie, dua gelombang di Sabang, Aceh Timur dua gelombang dan Aceh Besar, Bireuen masing-masing satu gelombang.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Aceh menyebut hingga saat ini jumlah pengungsi etnis Rohingya di provinsi paling barat Indonesia itu berjumlah 1.684 orang.

Pengungsi Rohingya yang mencapai ribuan lebih itu tersebar di delapan titik lokasi penampungan.

Baca Juga: Solusi untuk Akar Masalah Pengungsi Rohingya: Wajib Repatriasi, Geng Kriminal

“Untuk sampai hari ini pengungsi yang ada di Aceh kurang lebih 1.684 orang, mereka tersebar di delapan titik,” kata Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, 11 Desember 2023.  

Ribuan pengungsi etnis Rohingya tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota seperti Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, dan Kota Lhokseumawe. 

Ia menjelaskan, ada kewajiban bagi pemerintah daerah yang telah diatur dalam Perpres Nomor 125 tahun 2016, bahwa pemerintah kabupaten/kota harus menyiapkan lokasi penampungan untuk pengungsi.

Tentu kemudian, lanjut dia, akan dibantu oleh lembaga internasional seperti UNHCR, IOM guna memenuhi kebutuhan lainnya. ***