Politik

Banda Aceh Berduka, Arie Maula Kafka, Tutup Usia

210
×

Banda Aceh Berduka, Arie Maula Kafka, Tutup Usia

Share this article

PIKIRANACEH.COM | NANGGROE – Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Arie Maula Kafka, meninggal dunia di usianya yang masih muda, 51 tahun. Kabar duka ini membawa suasana haru dan kehilangan besar, terutama di kalangan Pemerintah Kota Banda Aceh dan masyarakat setempat.

Kamis, 18 Januari 2024. Pernyataan resmi datang dari Kabag Prokopim Banda Aceh, Aulia Rachmana Putra, yang mengonfirmasi kepergian Arie Maula Kafka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh pada hari Kamis sekitar pukul 13.30 WIB.

 

 

Almarhum yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banda Aceh ini, telah meninggalkan kenangan indah dan jejak kepemimpinan yang diakui banyak pihak.

Menurut Aulia, jenazah Arie Maula Kafka sudah dibawa pulang ke rumah duka di kawasan Ketapang Banda Aceh.

Rencananya, prosesi pemakamannya akan dilakukan di Lamjabat pada hari yang sama, sebagai penghormatan terakhir untuk seorang pelayan publik yang telah memberikan kontribusi besar bagi Kota Banda Aceh.

“Innalillahi wainnailaihi ilaihi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah Pak Arie Maula Kafka, Kadis Sosial Kota Banda Aceh,” ujar Aulia Rachmana Putra dengan suara yang terdengar terenyuh.

“Ini sebuah kehilangan besar. Mari sama-sama kita doakan almarhum diterima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT.

Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan.

“Arie Maula Kafka, sosok yang telah mengabdikan dirinya untuk pelayanan publik, pernah menjabat sebagai Kepala BKPSDM Banda Aceh sebelum akhirnya memimpin Dinas Sosial.

Kepemimpinannya tidak hanya terfokus pada kebijakan-kebijakan struktural, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Kabar meninggalnya beliau memicu gelombang simpati dan duka mendalam dari berbagai pihak.

Banyak pejabat dan tokoh masyarakat setempat yang menyampaikan ungkapan belasungkawa mereka melalui berbagai media sosial.

 

Almarhum dikenal sebagai sosok yang visioner, penuh dedikasi, dan selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk kota ini.

“Sungguh, ini bukan hanya kehilangan bagi Pemko Banda Aceh, tetapi juga bagi kita semua.

Almarhum adalah salah satu putra terbaik kota ini yang telah memberikan kontribusi besar untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar seorang pejabat setempat.

Meskipun berita ini mengejutkan banyak orang, namun cerita kepemimpinan Arie Maula Kafka akan terus dikenang.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang berjiwa sosial, selalu hadir dalam setiap program kemanusiaan, dan mengedepankan keadilan sosial dalam setiap tindakan dan kebijakannya.

Tentu, peran dan kontribusi Arie Maula Kafka bukan hanya terlihat di level struktural, tetapi juga di tingkat personal.

Beliau dikenal sebagai sosok yang mudah didekati, peduli terhadap permasalahan sosial, dan selalu berusaha memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat.

Dedikasinya terhadap peningkatan kualitas hidup warga Banda Aceh menjadikan namanya melekat erat dalam ingatan banyak orang. Saat ini, warga Banda Aceh bersama-sama meratapi kehilangan tersebut.

Proses pemakaman yang dijadwalkan pada hari yang sama dengan berita kepergiannya menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terakhir bagi Arie Maula Kafka.

Dukungan dan doa dari masyarakat diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk menghadapi cobaan ini.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami semua kehilangan sosok yang luar biasa. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Kehilangan ini juga memberikan refleksi bagi kita semua tentang pentingnya menghargai dan memanfaatkan setiap momen bersama orang-orang tercinta.

Arie Maula Kafka tidak hanya meninggalkan warisan kepemimpinan, tetapi juga pesan untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.***