PIKIRANACEH.COM | KABAR DAERAH – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 2 ton guna membantu korban bencana alam di Provonsi Aceh.
“Bantuan yang kita salurkan ini bersumber dari stakeholder Komdigi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” kata Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi di Kantor Gubernur Aceh, Senin.
Penyerahan tersebut di serahkan langsung kepada Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi M Nasir yang juga Sekda Aceh di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan tersebut terdiri dari pangan ada beras, biskuit, mie instan, air mineral dan sandang seperti mukena dan kebutuhan bayi.
“Kita berharap bantuan yang disalurkan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat korban bencana,” katanya.
Bantuan dari Stekholder Komdigi tersebut akan disalurkan langsung ke Aceh Tamiang yang saat ini masih terisolir akibat banjir dan tanah longsor.
“Insya Allah bantuan yang kita salurkan dan diterima langsung Sekda Aceh, M Nasir akan dibawa langsung dengan Kapal Basarnas lewat jalur laut






![Sekda Aceh M Nasir SIP MPA menyampaikan bahwa percepatan evakuasi warga terdampak menjadi prioritas. Di Kabupaten Pidie, seluruh warga telah dievakuasi, sementara di Pidie Jaya sekitar 95 persen proses evakuasi telah selesai. Basarnas, TNI-Polri, dan relawan juga dikerahkan ke Aceh Utara untuk mempercepat evakuasi serta membuka jalur baru. Di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang, operasi evakuasi dan penyaluran bantuan dilakukan paralel. Sementara untuk wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih terisolasi akibat longsor, distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara. “Tim Basarnas akan menyertai setiap penerbangan pengangkut logistik. Harapannya dalam dua hari semua titik yang terisolasi dapat dijangkau,” kata Nasir. Ia menambahkan bahwa setelah Bener Meriah terbuka, akses ke Aceh Tengah akan ikut terbantu.[]](https://pikiranaceh.com/wp-content/uploads/2025/12/whatsapp_image_2025-11-30_at_1954301-350x220.jpeg)





![Sekda Aceh M Nasir SIP MPA menyampaikan bahwa percepatan evakuasi warga terdampak menjadi prioritas. Di Kabupaten Pidie, seluruh warga telah dievakuasi, sementara di Pidie Jaya sekitar 95 persen proses evakuasi telah selesai. Basarnas, TNI-Polri, dan relawan juga dikerahkan ke Aceh Utara untuk mempercepat evakuasi serta membuka jalur baru. Di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang, operasi evakuasi dan penyaluran bantuan dilakukan paralel. Sementara untuk wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih terisolasi akibat longsor, distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara. “Tim Basarnas akan menyertai setiap penerbangan pengangkut logistik. Harapannya dalam dua hari semua titik yang terisolasi dapat dijangkau,” kata Nasir. Ia menambahkan bahwa setelah Bener Meriah terbuka, akses ke Aceh Tengah akan ikut terbantu.[]](https://pikiranaceh.com/wp-content/uploads/2025/12/whatsapp_image_2025-11-30_at_1954301-180x130.jpeg)