Politik

BBM Naik Gara-Gara Konflik Dunia?

68
×

BBM Naik Gara-Gara Konflik Dunia?

Share this article

BBM Naik Gara-Gara Konflik Dunia?

PIKIRANACEH.COM | OPINI – BBM Naik Gara-Gara Konflik Dunia?

Konflik yang terjadi di Iran saat ini bukanlah sekedar perang antara beberapa negara, tetapi ia adalah gambaran bagaimana dunia yang terjebak dalam permainan kekuasaan, kepentingan politik, serta perebutan kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang terjadi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat kawasan tersebut memanas, bahkan menimbulkan konflik yang besar di tingkat global. Serangan yang berlangsung di daerah tersebut memperbesar resiko, korban jiwa, bahkan ketidakstabilan yang berkepanjangan.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diberbagai daerah bahkan negara sekalipun.

Sejumlah minyak di SPBU mengalami keterbatasan pasokan. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga energi global serta meningkatnya permintaan ditengah ketidakpastian pasokan.

Kekhawatiran mulai dirasakan oleh masyarakat di tengah memanasnya konfik yang terjadi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat.

Meskipun belum berdampak langsung, ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal yang serius bagi masyararakat. Kenaikan harga BBM dapat merambat ke ongkos transportasi dan logistik. Dampak tidak langsungnya adalah perusahaan menunda investasi, eksportir menghadapi biaya pembiayaan dan logistik yang lebih mahal, sementara konsumsi melemah ketika ekspektasi inflasi naik.

Panik buying yang terjadi pada masyarakat setelah beredar informasi bahwa harga BBM industri berpontensi naik hingga Rp 4.000 pe liter. Meskin belum terkonfirmasi, kabar tersebut sudah cukup membuat warga waswas.
Indonesia termasuk negara yang berpotensi terdampak karena masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketergantungan ini membuat harga energi domestik sensitif terhadap gejolak global.

Selain itu, penyesuaian harga BBM juga mengacu pada formula dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mempertimbangkan harga acuan, nilai tukar rupiah, serta komponen pajak.

Pertalite naik dari Rp 10.000/liter menjadi Rp 14.000/liter, Bio solar dari Rp 6.800/liter menjadi Rp 9.500/liter, Pertamax naik menjadi Rp 13.000/liter menjadi Rp 16.500/liter.

Kenaikan harga minyak telah melampaui 100 dolar AS per barel mulai berdampak pada penyesuain harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dinilai sebagai efek yang tak terhindarkan dari memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Penulis: Inayatun Mutmainnah, Mahasiwa Universitas Syiah Kuala, Faultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa Indonesia