Politik

Harga Sawit Terus Mengalami Penurunan di tengah Penguatan Harga CPO

53
×

Harga Sawit Terus Mengalami Penurunan di tengah Penguatan Harga CPO

Share this article

PIKIRAN-ACEH.COM, ACEH – Saat ini paska lebaran Idul Fitri tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Khususnya di Aceh Utara menunjukan penurunan harga. Penurunan harga tersebut diketahui dari harga para pengepul yaitu sebesar Rp.1.530, sedangkan harga sebelum lebaran idul fitri berkisar diatas Rp.2.000,.

Sementara itu Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) menguat di tengah banyaknya sentimen negatif.

Ismail seorang Petani Aceh Utara kepada PIKIRAN-ACEH.COM mengatakan harga tandan buah sawit segar mengalami penurunan harga yang drastis paska lebaran Idul Fitri.

“Kami khawatir kalau harga sawit akan terus mengalami penurunan, dan tentunya hal ini sangat terpengaruh dengan pendapatan para petani, dimana harga pupuk yang tinggi dan juga biaya panen. Saat ini biaya panen per tonnya sebesar Rp.200.000, rupiah, dan tentunya walaupun harga sawit terus mengalami penurunan harga tetapi biaya panen dan pupuk akan tetap,” sebut Ismail.

Reuters  melaporkan impor CPO India ambruk 30% ( month to month /mtm) pada April 2023 menjadi 508.000 ton. Jumlah tersebut adalah yang terendah dalam 14 bulan terakhir. Sebagai catatan, impor India pada maret tercatat 728.530 ton.

Impor India pada April juga jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata bulannya dalam lima bulan terakhir yakni 879.000.

India adalah importir CPO terbesar sehingga perkembangan di India akan sangat menentukan harga CPO.

Salah satu melandainya impor India adalah murahnya harga minyak bijih matahari di mana harganya rata-rata mencapai US$ 500 per ton.

“Impor jatuh karena pembeli beralih ke minyak saingannya karena perbedaan harga yang lebih besar,” ujar Rajesh Patel, managing partner GGN Research, dikutip dari  Reuters.

Melemahnya impor India ini justru terjadi di tengah mencukupinya pasokan dari India dan Malaysia-dua produsen utama CPO dunia. Kondisi ini akan membuat pasokan global menumpuk sehingga harga bisa tertekan.

Ekspor CPO Malaysia diperkirakan anjlok 19,3% pada April menjadi 1,2 juta ton.

Nagaraj Meda, Managing Director TransGraph Consulting, menjelaskan keputusan Indonesia untuk memperbesar ekspor kran dapat meningkatkan pasokan CPO Malysia dan menekan ekspor Malaysia.

Seperti diketahui, Indonesia merelaksasi ekspor CPO setelah mengurangi Domestik Market Obligation (DMO). Besaran DMO dilakukan penarikan dari 450 ribu ton per bulan yang berlaku sampai akhir April 2023, kembali ke 300 ribu ton per bulan.

“Dengan keputusan Indonesia mengurangi kebijakan DMO, harga palm olein dari Indonesia kemungkinan akan lebih murah US$50-60 per ton dibandingkan Malaysia. Ini akan menekan ekspor Malaysia,” tutur Meda, dikutip dari Reuters  .

Sementara itu, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menaikkan acuan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,0-5,25%.

The Fed juga belum memberi sinyal kapan akan memangkas suku bunga. Di sisi lain, ada krisis perbankan di AS serta masalah plafon utang pemerintah AS yang juga menimbulkan kekhawatiran.

Faktor-faktor yang dikhawatirkan tersebut membuat perekonomian AS dan global lesu sehingga permintaan komoditas melandai.