PIKIRANACEH.COM | LHOKSEUMAWE – Sudah 4 hari Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami gangguan, sejumlah layanan pun tidak bisa digunakan, mulai dari mobile banking hingga aktivitas melalui ATM.
Hal itu membuat Pengamat ekonomi dari Universitas Malikul Saleh (Unimal) Dr. Damanhur ikut berbicara.
Pengamat ekonomi Unimal menilai Bank Syariah Islam (BSI) pelit dalam mengembangkan usahannya, sehingga sistem pelayanan yang diberikan tidak berfungsi dengan maksimal.
“Saya ingin menyampaikan pesan ini kepada pak Menteri, pak erick Thohir jangan pelit, bapak mempertaruhkan nama syariat di Aceh.
Saat ini, ungkap Dr. Damanhur, Aplikasi Banking BSI itu aplikasi basis web bukan aplikasi basis Mobile Banking dan itu sangat mudah diretas, maka dari itu perlu keseriusan BSI dalam mengembangkan usahanya di Aceh, dan ini belum dilakukan oleh BSI.
Dr. Damanhur juga menambahkan BSI harus bersikap jujur dan bertanggung jawab terhadap nasabahnya, jangan sampai rupa lembaga keuangan syariah menjadi jelek di mata masyarakat Aceh, apalagi hampir 100% semua masyarakat Aceh memakai BSI, terutama sekali pengusaha dan pedagang.
“Kalau seandainya nasabah ada yang kehilangan Uang, BSI harus menggantikannya dan ini salah satu konsekuensi terhadap pelayanan tersebut,” kata Dr Damanhur.
Selain itu Dr. Damanhur juga menegaskan BSI harus berbenah agar kejadian yang merugikan masyarakat, terutama masyarakat Aceh dan hal ini tidak terjadi lagi.
Karena ada sebuah prinsip di dalam ekonomi itu customer of everything semua tentang pelanggan dan pelanggan yang diutamakan.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan faktor errornya BSI karena ada serangan siber. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan KTT ASEAN pada Rabu (10/5/2023).
“Ada serangan, saya bukan ahlinya. Ada tiga poin apalah itu sehingga mereka down,” ucap Menteri BUMN Erick Thohir dalam pertemuan KTT ASEAN.












