Politik

MONTANA, Negara Pertama Yang Memblokir TikTok, Ini Alasannya !

48
×

MONTANA, Negara Pertama Yang Memblokir TikTok, Ini Alasannya !

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Montana menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang sepenuhnya memblokir TikTok. Ini berarti bahwa seluruh penduduk di Montana tidak akan dapat menggunakan aplikasi video asal China tersebut.

Gubernur Montana, Greg Gianforte, secara resmi menandatangani peraturan yang melarang TikTok beroperasi di wilayah negara bagian tersebut mulai Rabu (17/5) waktu setempat. Keputusan tersebut diambil dengan tujuan melindungi penduduk Montana dari dugaan pengumpulan data pribadi oleh intelijen China melalui TikTok.

Montana telah memerintahkan Google dan Apple untuk tidak menyediakan TikTok di toko aplikasi mereka, yaitu Play Store dan App Store. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat menghadapi ancaman denda sebesar 10.000 dolar AS per hari.

Namun, tidak ada hukuman yang diberlakukan bagi individu yang menggunakan aplikasi TikTok meskipun dilarang di Montana.

Penutupan akses TikTok di Montana tidak dilakukan sekarang. Pemblokirannya baru berlaku per 1 Januari 2024.

TANGGAPAN TIKTOK

TikTok telah memberikan tanggapan terkait aturan yang melarang aplikasinya beroperasi di Montana, dengan mengatakan bahwa aturan tersebut melanggar hak yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat, yaitu hak kebebasan berbicara dan berekspresi.

“Gubernur Gianforte telah menandatangani undang-undang yang melanggar hak Amandemen Pertama rakyat Montana dengan melarang TikTok secara tidak sah, sebuah platform yang memberdayakan ratusan ribu orang di seluruh negara bagian,” kata TikTok dalam pernyataan resmi, seperti dikutip CNN.

“Kami ingin meyakinkan warga Montana bahwa mereka dapat terus menggunakan TikTok untuk mengekspresikan diri, mencari nafkah, dan menemukan komunitas seiring kami terus berupaya membela hak-hak pengguna kami di dalam dan di luar Montana.”

TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi ByteDance, telah secara berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka membagikan data pengguna dengan pemerintah China. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukannya, bahkan jika diminta.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, memberikan kesaksian di hadapan Kongres atau DPR Amerika Serikat (AS) selama hampir 6 jam pada Maret 2023. Chew dihadapkan dengan berbagai pertanyaan dari anggota parlemen dari berbagai partai politik mengenai hubungannya dengan China, kebijakan moderasi konten yang berbahaya, serta keselamatan anak dan remaja di platform TikTok.

Dalam sidang tersebut, Shou Zi Chew berulang kali menyebutkan Project Texas, sebuah proyek senilai 1,5 miliar dolar AS yang bertujuan untuk memindahkan data pengguna TikTok di Amerika Serikat ke server di Amerika Serikat untuk meningkatkan keamanan. Proyek ini diawasi oleh perusahaan teknologi Amerika, Oracle, sebagai pihak ketiga. ***