PIKIRANACEH.COM | EKONOMI – Istilah dedolarisasi tengah ramai diperbincangkan sebagai akibat Amerika Serikat menggunakan dolar sebagai senjata dalam perang Ukraina dan Rusia. Beberapa negara ulai memilih mata uang lain untuk kebutuhan transaksi.
Dedolarisasi adalah proses penggantian dolar sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan minyak hingga perjanjian perdagangan bilateral.
Hingga saat ini, dolar merupakan mata uang yang dominan dipakai dalam perdagangan internasional. Ini membuat kebijakan ekonomi apapun yang dikeluarkan The Fed, bank sentral Amerika Serikat, selalu berdampak bagi kondisi global.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Syariat Islam Melalui Revisi Qanun LKS Wacana
Awal mula dolar menjadi mata uang dominan di dunia bermula saat Perang Dunia II. Berikut sejarah dominasi dolar.
Dolar Amerika pertama kali dicetak tahun 1914. Sepuluh tahun setelah lembaga Federal Reserve yang menjadi standar bank sentral dunia mencetak pecahan 10 dolar, dolar resmi menjadi alat tukar global.
Ketenaran dolar sebagai mata uang global baru dikenal pada 1944 bertepatan dengan Perang Dunia II. Pada masa itu, negara-negara berusaha untuk mencari sebuah sistem nilai tukar yang tidak boleh merugikan siapapun.
Akhirnya pada pertemuan 44 negara sekutu, dolar disepakati sebagai nilai mata uang mereka seperti dijelaskan dalam Antara.
Baca Juga: Pakai Rompi Tahanan dan Tangan Diborgol, Suaidi Yahya Dibawa ke Penjara Lhoksukon
Menuju dedolarisasi, terdapat 5 mata uang potensial pengganti mata uang Amerika tersebut. Melansir dari CNBC Indonesia, ini daftarnya:
Mata uang Euro digunakan oleh 20 negara-negara besar Eropa, seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Belanda. Tercatat 66,1 % perdagangan di Eropa menggunakan Euro.
Yuan merupakan mata uang Negara China. Dengan kekuatan ekonomi yang cukup besar, negara berpenduduk lebih dari satu miliar jiwa itu berpotensi menempatkan mata uangnya dalam perdagangan global.
Negara aliansi BRICS juga bersiap untuk meninggalkan dolar AS serta euro Eropa untuk melakukan perdagangan antarnegara. BRICS merupakan gabungan lima negara, yakni Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
India telah mengeluarkan kebijakan baru untuk makin meningkatkan penggunaan rupee dalam perdagangan mereka sejak April 2023. India telah menonjolkan mata uangnya dengan sejumlah negara, seperti Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA).
Negara-negara ASEAN pun pun tak ketinggalan dengan rencana dedolarisasi. Local currency transaction (LCT) telah diteken untuk mendorong mata uang lokal masing-masing di pasar global.
Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina menyetujui kerjasama transaksi pembayaran lintas batas melalui kode QR, fast payment, data, hingga transaksi mata uang lokal.












