Politik

Pro – Kontra Pembersihan Lahan Rumoh Geudong, Begini Penjelasan Geuchik Bili Aron Sigli

81
×

Pro – Kontra Pembersihan Lahan Rumoh Geudong, Begini Penjelasan Geuchik Bili Aron Sigli

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Rumoh Geudong di Pidie, Aceh, yang merupakan tempat terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat pada masa lalu kini sudah diratakan.

 

Tempat terjadinya penyiksaan selama berlakunya Daerah Operasi Militer di Aceh, mulai 1989 sampai 1998, diratakan menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo untuk kick-off penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di lokasi tersebut.

 

“Kick-off melupakan kekerasan HAM masa lalu, dari 12 Provinsi di Indonesia terpilihlah Aceh dengan empat kabupaten dan terpilih di Pidie,” kata Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, di Pidie, Kamis 23 Juni 2023 lalu.

 

Jokowi dijadwalkan datang ke Aceh tepatnya ke Rumoh Geudong pada Selasa 27 Juni 2023 mendatang untuk mengumumkan kick-off penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu secara nonyudisial.

 

Saat ini semua bangunan sisa peninggalan masa konflik telah diratakan hanya tersisa fondasi tangga semen sebanyak lima anak tangga serta batu besar di sampingnya. Sisa bekas kamar mandi yakni sumur cincin dan WC yang telah ditutupi dengan batu-batu.

 

Akibat pemerataan tersebut menuai berbagai kecaman dan kritikan dari berbagai elemen di Aceh maupun di Jakarta.

 

Menanggapi permasalah tersebut Geuchik Bili Aron Sigli, Fakhrurazi pada Minggu 25 Juni 2023 mengatakan bahwa menurut kesaksian masyarakat disana, Rumoh Geudong sudah duluan dihancurkan dengan cara dibakar oleh massa pada saat itu, sedangkan saat ini pemerintah hanya membersihkan lahan lokasi rumoh geudong berada.

 

“Pasca dicabutnya DOM di Aceh pada tahun 1998 dilakukan pembakaran terhadap Rumoh Geudong oleh masyarakat setempat dan juga warga tetangga, alasan pembakaran tersebut dikarenakan warga emosi serta spontanitas dengan kegiatan selama berlakunya DOM terutama di rumah tersebut dijadikan tempat menahan masyarakat yang dianggap terlibat AM (Aceh Merdeka),” ujar Fakhrurazi.

 

 

“Memang kondisi saat ini terjadi pro dan kontra terkait dengan rencana pembangunan mesjid di lokasi Rumoh Geudong, namun pihaknya menerima saja demi kemaslahatan umat atau kepentingan banyak orang. intinya tetap mendukung kelancaran rencana kunjungan Presiden RI di Rumoh Geudong di Gampong Bili Kecamatan Glumpang Tiga Kab. Pidie,” ungkapnya.***