PIKIRANACEH.COM – Sejumlah masyarakat Aceh memberikan dukungan kepada Nezar Patria tokoh Aceh yang tengah bersinar di Jakarta sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilgub 2024 mendatang.
Hari ini kita memperkenalkan tokoh Aceh yang memiliki tanggungjawab untuk mengurus masalah Aceh yang penuh dengan berbagai macam tantangan.
Aceh membutuhkan tokoh yang bisa membawa perubahan menjadi yang lebih baik.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Relawan Aceh Peuneurang Naggroe Drs.
Badlisyah yang juga Pimpinan Dayah terpadu Nurul Ulum Peureulak pada Sabtu 2 September 2023 dalam sebuah diskusi ringan di Aksa Kupi, Kota Langsa.
Lanjutnya, Dengan kita memperkenalkan tokoh tersebut ke pablik biarlah publik yang menilai.
Harapan kita bahwa Nezar Patrialah yang cocok untuk menjadi orang nomor satu di Aceh kedepannya.
“Nezar Patria adalah sosok Muda, cerdas, memiliki pengetahuan keislaman yang mumpuni, berintegritas yang layak untuk Aceh lima tahun kedepan,” ujarnya.
Badlisyah menambahkan, bahwa sudah saatnya Aceh bangkit dengan calon Gubernur yang mempunyai kridebilitas dan integritas yang tinggi, serta
memiliki pengalaman ditingkat nasional, sehingga memudahkan dalam meneruskan suara-sauara masyarakat Aceh kepusat.
Sehingga ketika nantinya diamanahkan untuk memimpin Aceh kedepan memiliki visi untuk mensejahterakan rakyat Aceh dan itu hanya di miliki oleh putra aceh yaitu Nezar Patria.
Lebih lanjut Ketua Relawan Aceh Peuneurang Nanggroe menjelaskan Nazar Patrea adalah Lulusan Magister Sejarah Hubungan Internasional dari London School of Economics (LSE), University of London, Inggris dan juga pernah menjadi Staf Khusus V Menteri BUMN Sejak 7 Juni 2022.
Beliau merupakan sosok kalangan muda Aceh yang potensial dan memiliki pergaulan di tingkat internasional, tapi tetap tidak kehilangan keacehannya.
Nezar Patria dinilai sebagai sosok paling tepat memimpin Aceh ke depan.
Selain dikenal memiliki integritas dan juga sebagai mantan anggota Dewan Pers, putra kelahiran Sigli tersebut memiliki koneksi dalam dan luar negeri, dan
kapasitasnya diakui oleh masyarakat internasional serta merupakan putra aceh yang saat ini dipercayakan oleh presiden Jokowi menduduki jabatan sebagai Wamenkominfo.
“Dengan berbagai pengalamannya ditingkat Nasional dan Internasional, serta memiliki integritas dan merupakan putra Aceh Asli, saat ini Aceh
membutuhkan sosok gubernur yang bukan saja populer, tapi juga memiliki jaringan luas serta dipercaya,” jelas Badlisyah.
Profil Nezar Patria Calon Gubernur Aceh
Seperti diketahui Nezar Patria, pria kelahiran Sigli, Kabupaten Pidie, 5 Oktober 1970 ini merupakan putra dari H Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia.
Ia menempuh pendidikan S1 di jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada dan
menamatkan pendidikan S2 di The London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2007.
Sebelum jadi Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria menjabat sebagai Staf Khusus V Menteri BUMN.
Jabatan itu dia emban sejak tanggal 7 Juni 2022 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN SK-128/MBU/06/2022 tentang Pengangkatan Staf Khusus V Menteri Badan Usaha Milik Negara.
Sebelumnya, Nezar bekerja sebagai Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) sejak 23 September 2020-25 April 2022.
Kemudian menjadi Komisaris Utama PT Dapensi Trio Usaha pada 31 November 2021-13 Juni 2022.
Sebelum terjun ke birokrasi, Nezar Patria dikenal luas sebagai wartawan, aktivis, dan juga penyair.
Pada penghujung masa Orde Baru, Nezar Patria menjadi salah satu dari 13 korban penculikan aktivis yang memperjuangkan reformasi di Indonesia.
Sepanjang karirnya di dunia pers, Nezar Patria pernah menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011.
Selanjutnya menjadi Anggota Dewan Pers untuk periode Maret 2016-Juni 2019.
Sebelum meninggalkan dunia jurnalistik setelah ditunjuk menjadi
Direktur Kelembagaan di PT Pos Indonesia, Nezar Patria tercatat sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post pada tahun 2020.
Selain karya jurnalistik yang diterbitkan di media nasional, Nezar juga
aktif menghasilkan publikasi dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku nonfiksi dan puisi. ***












