PIKIRAN ACEH — Tumpahan batubara dilaporkan terjadi pada Rabu (27/9/2023), siang di perairan Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.
Akibatnya, tumpahannya batu bara mencemari pantai.
Kasus tumpahnya batu bara bukan pertama terjadi.
Kasus serupa kerap terjadi berkali-kali.
Kepala Desa Peunaga Rayeuk, Zaininal Abidin mengatakan tumpahan batubara yang mencamari pantai tersebut akibat adanya bongkar muat batubara dari kapal tongkang sehingga setiap gelombang kecil pasti ceceran batubara tersebut muncul.
Baca Juga: Yayasan Apel Green Aceh Meminta DPRA Serius Menindaklanjuti Kasus Tumpahan Batu Bara di Aceh Barat?
“Tumpahan ini batubara akibat adanya bongkar muat dilaut, sehingga setiap gelombang kecil pasti muncul, solusinya tidak ada, sebab mereka bongkar muat dilaut tidak mungkin gak tumpah,” kata Zaininal.
Ia menjelaskan tumpuhan batubara ini setiap tahun sering terjadi, dan berharap kedepan kepada pihak perusahaan PT Mifa dan PLTU setiap adanya tumpahan atau ceceran batubara harus ditangani secepat mungkin.
Namun saat ini upaya yang dilakukan oleh perusahaan katanya adalah memfaatkan warga sekitar untuk mengumpulkan batubara yang mencemari kawasan pesisir pantai Desa Peunaga Rayeuk tersebut.
Warga mengumpulkan ceceran batubara dengan upah yang diberikan oleh PT Mifa sebesar Rp 25.000 per karung dengan ukuran 50 kilogram. ***












