Politik

Empat Warna Bendera Negara Palestina, Ini Maknanya

85
×

Empat Warna Bendera Negara Palestina, Ini Maknanya

Share this article

 

PIKIRANACEH.COM – Bendera sebagai lambang negara, perkumpulan, badan atau sebagai tanda yang digunakan secara simbolis untuk memberikan sinyal atau identitas.

Bendera juga digunakan untuk melambangkan suatu negara untuk menunjukkan kedaulatannya.

Setiap bendera memiliki makna yang berbeda-beda.

 

Bendera juga dapat mewakili perjuangan sebuah bangsa untuk kemerdekaan dan kenegaraan.

Seperti makna berbeda pada bendera Palestina yang terdiri dari empat warna dan masing-masing memiliki makna tersendiri.

Organisasi Pembebasan Palestina pun secara resmi mengesahkan bendera tersebut pada 1 Desember 1964, sebagaimana tertulis dalam Britannica. 

Saat ini, bendera Palestina terdiri dari empat warna, yaitu warna hitam, hijau, merah, dan putih yang memiliki makna berbeda.

 

Adapun, makna dari empat warna bendera Palestina adalah sebagai berikut:

Warna Hitam

Pada zaman pra-Islam, bendera hitam menjadi tanda balas dendam. Hitam juga menjadi warna hiasan kepala yang dipakai ketika memimpin pasukan ke medan perang.

Selain itu, Dinasti Abbasiyah yang memerintah dari Baghdad juga mengartikan hitam sebagai simbol berkabung atas pembunuhan kerabat Nabi dan mengenang Pertempuran Karbala.

 

Warna Putih

Dinasti Umayyah yang memerintah selama 90 tahun mengartikan putih sebagai warna simbolis mereka untuk pengingat pertempuran pertama Nabi Muhammad di Badr. warna putih juga digunakan untuk membedakan diri mereka dari Abbasiyah.

Sebab, saat masa khalifah Abbasiyah, mereka lebih memilih menggunakan putih, bukan hitam sebagai warna berkabung mereka, sebagaimana tertulis dalam passia.org.

 

Warna Hijau

Dinasti Fatimiyah didirikan di Maroko oleh Abdullah Al-Mahdi. Kemudian, dinasti ini memerintah seluruh wilayah Afrika Utara.

Mereka mengambil hijau sebagai warna untuk melambangkan kesetiaan mereka kepada Ali bin Abi Thalib, sepupu Nabi Muhammad. Sebab, Ali pernah dibungkus dengan selimut hijau menggantikan Nabi Muhammad untuk menggagalkan upaya pembunuhan.

Hijau juga selalu digunakan terus menerus sampai pemerintahan Salah Al-Din (Saladin) Al-Ayoubi atau Sultan Saladin yang juga pernah sempat menggunakan kuning selama Konfrontasi dengan Tentara Salib.

 

Warna Merah

Khawarij adalah kelompok Islam pertama yang lahir usai pembunuhan Khalifah Utsman III. Mereka membentuk partai republik pertama pada masa-masa awal Islam dengan menggunakan simbol bendera merah.

Selain itu, suku-suku Arab yang berpartisipasi dalam penaklukan Afrika Utara dan Andalusia membawa bendera merah yang menjadi simbol penguasa Islam Andalusia.

Pada zaman modern, merah melambangkan Ashraf dari Hijaz dan Hashemites, keturunan Nabi Muhammad.

 

Sharif Hussein merancang bendera saat ini sebagai bendera Pemberontakan Arab 10 Juni 1916. Rakyat Palestina mengangkatnya sebagai bendera gerakan nasional Arab pada 1917.

Lalu, pada 1947, Partai Ba’ath Arab menafsirkan bendera merah sebagai simbol pembebasan dan persatuan bangsa Arab.

Rakyat Palestina mengadopsi kembali bendera itu pada Konferensi Palestina di Gaza 1948. Bendera itu pun diakui oleh Liga Arab sebagai bendera Palestina.

Peresmian bendera tersebut juga didukung oleh Palestine Liberation Organization (PLO) dalam Konferensi Palestina di Yerusalem pada 1964. ***