Politik

Klub Prancis Ini Bekukan Pemainnya Karena Bela Palestina

157
×

Klub Prancis Ini Bekukan Pemainnya Karena Bela Palestina

Share this article

Pikiraceh.com | Olahraga– OGC Nice membekukan pemainnya karena mendukung Palestina. Youcef Atal memposting dukukangannya melalui media sosial miliknya.

Pemain Aljazair itu sempat mengunggah video dalam Instagramnya di tengah perang antara Palestina dan Israel. Unggahannya di Story Instagram tersebut berisi soal Mahmoud Al Hasanat yang sedang berkhutbah.

 

Pemain berposisi sebagai bek kanan tersebut telah menghapus dan memberikan permintaan maaf setelah membela Palestina dalam akun Instagramnya. Walaupun Youcef Atal sudah menghapus vidio tersebut, pihak klub asal Prancis tersebut tetap kenakan sanksi terhadap beknya. 

Berikut bunyi pertanyaan dari Nice: 

“OGC Nice memahami bahwa pemain tersebut menyadari kesalahannya dengan segera menghapus postingan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf tertulis. Namun, mengingat sifat dari publikasi bersama dan keseriusannya, klub mengambil keputusan untuk segera mengambil sanksi disipliner pertama terhadap pemain tersebut, sebelum sanksi tersebut dapat diputuskan oleh otoritas olahraga dan peradilan,” bunyi pernyataan resmi OGC Nice.

 

“Oleh karena itu, klub telah memutuskan untuk menangguhkan Youcef Atal hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kami tekankan bahwa reputasi dan kesatuan OGC Nice merupakan hasil dari perilaku seluruh karyawannya yang harus sesuai dengan nilai-nilai yang dibela oleh lembaga. Seperti dalam pesannya Jumat lalu, dimana OGC Nice mengingatkan kembali komitmen tegasnya agar perdamaian diutamakan di atas semua pertimbangan lainnya,” sambung OGC Nice.

Tidak hanya pihak klub, dia juga mendapatkan kecaman dari berbagai pihak termasuk dari Wali Kota Nice, Chstian Estrosi. 

 

FFF juga tidak tinggal diam. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengatakan pada Minggu, 15 Oktober 2023 bahwa komite etiknya akan menyelidiki pemain Nice, Youcef Atal, atas postingan media sosialnya.

Menyampaikan  dukungan kepada Palestina menjadi masalah besar bagi pemain sepak bola di Eropa. Hal inilah yang dirasakan oleh pemain asal Al-Jazair yang harus mendapatkan sanksi dari klubnya OGC Nice akibat menyatakan dukungan kepada Palestina.