Politik

Serangan Israel Sebabkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, Sudah 3.195 Anak Tewas

77
×

Serangan Israel Sebabkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, Sudah 3.195 Anak Tewas

Share this article

Serangan Israel Sebabkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, Sudah 3.195 Anak Tewas

PIKIRAN ACEH – Serangan Israel yang gencar dilakukan di berbagai wilayah di Palestina menyebabkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina rusak.  Sampai saat ini ada 3.195 anak dan 1.000 orang terkubur reruntuhan bangunan.

Akibat kerusakan rumah sakit tersebut, dalam beberapa minggu kedepan, pihak rumah sakit telah menghentikan pelayanan.

Israel juga melarang bahan bakar masuk ke wilayah Palestina  juga menyebabkan operasional listrik rumah sakit mati  

Serangan Israel di dekatnya membuat Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina itu mengalami kerusakan yang signifikan. Hal itu disampaikan direktur rumah sakit tersebut, Dr. Subhi Sukeyk.

“Rumah sakit tersebut merupakan satu-satunya pusat kesehatan di Gaza yang mampu menangani kasus kanker. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka telah menghentikan beberapa layanannya karena Israel melarang bahan bakar masuk ke wilayah tersebut,” demikian laporan terbaru Al Jazeera.

Baca : Turki Cap Israel sebagai Penjahat Perang Dunia, Barat Ikut Terlibat Genosida di Gaza

Berdasarkan laporan, dari 2,3 juta jiwa, diperkirakan ada 9.000 pasien kanker di Gaza. 3.195 anak tewas

Hingga 29 Oktober 2023 malam waktu setempat, dilaporkan ada 3.195 anak tewas karena gempuran Israel, selain itu 1.000 terkubur di antara reruntuhan bangunan akibat pengeboman.

Save the Children mengatakan, angka-angka tersebut mengungkapkan fakta yang sangat mengerikan, jumlah anak yang terbunuh sejak gempuran Israel pada 7 Oktober 2023 itu lebih tinggi dari jumlah total anak yang terbunuh dalam konflik di seluruh dunia setiap tahunnya sejak 2019.

Pada 27 Oktober 2023 waktu setempat, juru bicara militer mengatakan, pasukan darat Israel sedang memperluas operasi di wilayah itu.

Jalur Gaza mengalami pemadaman komunikasi total sehingga warga Palestina yang terkepung, terputus dari dunia luar. Terbaru dilaporkan, setidaknya 7.326 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, sedangkan dari kubu Israel, 1.400 orang tewas dalam serangan Hamas.

Baca :Musannif Tuding Zionis Israel Langgar Semua Aturan Internasional

“Beberapa kelompok bantuan internasional – termasuk badan-badan terkemuka PBB – mengatakan mereka tidak dapat menjangkau tim mereka di lapangan,” demikian laporan Al Jazeera.

Serang rumah sakit dan gereja

Belum lama ini, Israel juga menyerang Gereja Ortodoks. Serangan itu menimbulkan korban tewas. Sebelumnya, negara itu juga menyerang Rumah Sakit Al-Ahli Baptist Gaza hingga menewaskan ratusan jiwa.

“Setidaknya delapan orang tewas dalam serangan udara Israel di kompleks Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius,” kata pejabat di Gaza, 20 Oktober 2023.

Komite Tinggi Urusan Gereja-Gereja di Palestina mengungkapkan, gereja tersebut tertua ketiga di dunia, yang dibangun pada 425 Masehi, kemudian direnovasi pada 1856. Gereja tersebut terletak beberapa meter dari Rumah Sakit Al-Ahli Baptist.

Baca : Masyarakat Aceh Klang Malaysia Galang Dana Untuk Palestina

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk keras serangan terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Baptist yang membuat 500 nyawa melayang. Rumah sakit tersebut, kata WHO, masih beroperasi, menyediakan layanan kesehatan, dan banyak pengungsi yang berlindung di sana.

“Rumah sakit itu adalah 1 dari 20 rumah sakit di utara Jalur Gaza yang menerima perintah evakuasi dari militer Israel. Perintah evaluasi tidak mungkin dilaksanakan mengingat ketidakamanan saat ini, kondisi kritis banyak pasien, dan kurangnya ambulans, staf, kapasitas tempat tidur, dan tempat penampungan alternatif bagi mereka yang mengungsi,” kata WHO via X (*)