PIKIRANACEH.COM – Syekh Emad Al-Mobayed, mantan imam dan khatib Masjid King Abdulaziz, menyalahkan pemerintah Arab Saudi karena mengabaikan masalah Gaza pada pekan lalu.
Dalam video yang diunggah dalam akun resminya, Emad mengkritik Ketua Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi, Turki Al-Sheikh, yang dengan tega mengadakan pesta atas nama Riyadh Season ketika darah saudara mereka di Gaza sedang dibantai Israel.
“Di negara saya, puluhan ribu orang pergi ke acara dan pertemuan otoritas hiburan untuk bernyanyi, menari, bersosialisasi, dan hal-hal terlarang lainnya, sementara tidak ada satu pun pertemuan diadakan untuk mendukung rakyat kami di Gaza dan menyoroti kemarahan dunia terhadap genosida yang dilakukan oleh pendudukan di Palestina,” ujarnya, dikutip dari Alestiklal (4/11/2023).
Baca Juga: Amerika Kehilangan Wibawa untuk Memimpin Dunia, Bahkan Layak Dihukum
Ditengah sorotan dunia tertuju pada pembantaian intensif yang dilakukan “Israel” di Gaza, pada Sabtu (28/10/2023) justru Arab Saudi menghelat hiburan event internasional tahunan, Riyadh Season 2023.
Otoritas Hiburan Umum di Arab Saudi, yang dipimpin oleh Turki Al-Sheikh, mengumumkan bahwa artis internasional Shakira akan menggelar konser akbar pada grand opening Riyadh Season.
Penonton yang memadati Kingdom Arena bergoyang setelah disuguhi upacara pembukaan yang menampilkan pertunjukan cahaya dan artis internasional dari Skrillex, Lil Baby, Becky G dan Flowdan, pada acara pembukaan Riyadh Season 2023. Di puncak acara diselenggarakan pertandingan tinju kelas berat Tyson Fury melawan Francis Ngannou.
Arab Saudi hampir mencapai normalisasi dengan “Israel” sebelum perang dimulai, dan Presiden AS Joe Biden yang memimpin negosiasi tersebut. Namun mereka mengumumkan penangguhan perundingan normalisasi mengingat intensnya pengeboman “Israel” di Jalur Gaza.***












