PIKIRANACEH.COM – Sebanyak 23 orang warga etnis Rohingya dilaporkan melarikan diri dari penampungan sementara yakni gedung bekas kantor imigrasi di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Ke 23 pengungsi etnis Rohingya Myanmar tersebut melarikan diri (kabur) dalam dua gelombang.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, pada Kamis 7 Desember 2023 mengatakan, Gelombang pertama kabur 7 orang dan gelombang kedua kabur 16 orang.
Menurutnya, Rohingya yang ditampung di gedung eks kantor imigrasi Lhokseumawe itu awalnya berjumlah 514 orang. Namun setelah 23 orang kabur, pengungsi di sana tinggal 492 orang.
“Dari informasi yang kita dapatkan, pengungsi Rohingya tersebut kabur dengan cara merusak dinding kamar dan melarikan diri melalui pagar arah toilet wanita,” kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Lhokseumawe Darius, pada Rabu 6 Desember 2023.
Ia menjelaskan saat melakukan pemantauan ke lokasi, pihaknya mendapati jumlah pengungsi Rohingya yang tersisa di penampungan sebanyak 498 orang, dari total sebelumnya sebanyak 514 orang.
Menurut Darius, pihaknya tidak mengetahui alasan para pengungsi Rohingya tersebut kabur dari lokasi penampungan.
Ia juga mempertanyakan hal tersebut kepada lembaga terkait yang menangani pengungsi internasional.
Selama ini, lanjut Darius, penjaga yang siaga di lokasi pengungsian meliputi pihak kepolisian, Satpam, UNHCR, IOM serta anggota yayasan terkait pengungsi.
“Petugas sudah ditempatkan di depan, namun imigran Rohingya kabur melalui arah belakang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus etnis Rohingya yang melarikan diri dari penampungan sementara di Lhokseumawe tersebut bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, pada Senin 27 November 2023 lalu juga terdapat tujuh orang pengungsi etnis Rohingya yang kabur dari penampungan di gedung bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe itu. ***












