Politik

Jusuf Kalla Berharap Aceh Dapat Terima Sementara Ribuan Pengungsi Rohingya, Kita Belajar dari Eropa

55
×

Jusuf Kalla Berharap Aceh Dapat Terima Sementara Ribuan Pengungsi Rohingya, Kita Belajar dari Eropa

Share this article

PIKIRAN ACEH – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Jusuf Kalla berharap agar para pengungsi Rohingya dapat diterima sementara di Indonesia. Hal itu diungkapkan JK saat menghadiri acara pengukuhan Wali Nanggoroe Aceh di DPR Aceh, Jumat (15/2/2023 kemarin.

Sementara itu, gelombang pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh mendapat penolakan dari warga setempat.

Sekitar 1.000-an pengungsi Rohingya tiba di berbagai titik. Aksi penolakan terhadap para pengungsi itu pun terjadi di sejumlah wilayah Aceh, seperti Bireuen, Aceh Utara, Sabang, dan lainnya.

Bahkan, sejumlah warga di Sabang melakukan aksi demonstrasi menentang kedatangan pengungsi Rohingya.

Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla juga menyinggung negara-negara Eropa yang menerima jutaan pengungsi dari berbagai negara.

Baca Juga: Polisi Ungkap WNI Terlibat Kasus Penyelundupan Rohingya ke Aceh, Sudah 23 Kasus, Ini Besaran Bayarannya

“Kalau di Eropa saja pengungsi itu diterima jutaan masak kita ribuan tidak bisa menerimanya,” kata JK.

JK juga membawa-bawa sila kedua Pancasila yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Mereka (pengungsi) juga harus menyesuaikan diri dengan adat istiadat di sini,” jelasnya.

Kemudian JK menyinggung soal Indonesia yang pernah menampung pengungsi Vietnam dengan alasan kemanusiaan. Saat itu, kata JK, Indonesia dihormati. Ia juga menyebut para pengungsi tersebut merupakan orang-orang susah yang butuh bantuan.

“Dulu kita menampung 250 ribu pengungsi Vietnam dan itu Indonesia sangat dihormati,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Punya Hak Usir Para Imigran Rohingya di Aceh, Ini Alasan dan Dasar Hukumnya

Untuk diketahui, sejak November 2023, sembilan rombongan pengungsi Rohingya telah mendarat di Aceh. Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyebut jumlah pengungsi yang telah ditampung di Aceh mencapai 1.684 orang.

“Untuk sampai hari ini pengungsi yang ada di Aceh kurang lebih 1.684 orang,” kata Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki kepada wartawan, Senin (11/12).

Saat ini penampungan para pengungsi tersebut dilakukan di sejumlah titik, di antaranya di Pidie, Sabang dan bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Baca Juga: Berawal dari Security Camp, Polisi Ungkap Penyelundupan Rohingya ke Aceh, Ini Nama Kejahatannya

Sementara gelombang terakhir pengungsi Rohingya yang berjumlah 135 orang hingga kini belum mendapat lokasi penampungan usai ditolak warga di mana-mana.

“Kemudian akan dibantu oleh lembaga internasional untuk kegiatan yang lainnya. Ada kewajiban-kewajiban yang harus lakukan misalnya sanitasi, masalah MCK, kesehatan, rumah ibadah dan lain-lain,” ujar Penjabat Gubernur Aceh ini. ***