Politik

Agenda Jamaah Subuh Damai Awali Tahun Baru di Masjid Babul Maghfirah

62
×

Agenda Jamaah Subuh Damai Awali Tahun Baru di Masjid Babul Maghfirah

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Mengawali pergantian tahun dari 2023 ke 2024 Miladiyah. Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah Gampong Tanjong Seulamat menggelar shalat subuh berjamaah bersama Komunitas/Jamaah Subuh Damai (Sumai), Senin, (01/01/2024).

Sumai merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh masyarakat untuk menghimpun jamaah yang memiliki visi membangun umat Islam melalui penguatan silaturahmi dan shalat subuh berjamaah dari masjid ke masjid.

Baca Juga: Malam Pergantian Tahun Baru di Kota Banda Kondusif

Diantara agenda komunitas Sumai yakni melakukan shalat berjamaah bersama warga setempat di masjid yang dituju diikuti dengan tausyiah oleh penceramah yang sudah siapkan oleh pengurus.

Di Masjid Babul Maghfirah tadi pagi, shalat berjamaah diimami oleh ustadz Ahmad Tahrir, Lc Alhafidz kemudian dilanjutkan dengan tausyiah oleh Dr Tgk Munawar A Djalil, MA.

Dalam tausiyahnya Munawar A Djalil mengajak jamaah senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah diberikan, dan mengingatkan agar jangan sampai menjadi umat yang kufur karena tidak bersyukur.

“Bersyukur atas nikmat yang telah diberi merupakan pintu penutup dan pembuka untuk memperoleh nikmat-nikmat lain yang lebih banyak,” ucap Tgk Munawar.

Dikatakan, Allah SWT pernah melenyapkan kaum-kaum sebelumnya dengan mendatangkan bala disebabkan mereka kufur terhadap nikmat. “Hal itu sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an,”

“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’ 34: Ayat 15)

Peristiwa dalam ayat di atas telah dibuktikan oleh seorang arkeolog yang melakukan penelitian di Yaman. Ia menemukan bahwa di sana terdapat sebuah bendungan besar yang panjangnya mencapai ratusan kilometer yang air di dalamnya dapat mengairi ratusan ribu areal pertanian.

Kemudian bendungan itu pecah dan mengakibatkan wilayah yang didiami kaum Saba’ banjir besar dan tenggelam oleh lumpur yang mencapai ketinggian 15 meter. Sehingga kaum tersebut musnah.

Aceh pernah mengalami musibah gempa dan tsunami yang sangat dahsyat, menimbulkan korban jiwa ratusan ribu orang meninggal pada 26 Desember 2004. Ini merupakan cobaan bagi orang beriman dan teguran bagi mereka yang masih kufur.

“Oleh sebab itu kita harus mampu mengambil pelajaran dan merenung atas dosa-dosa yang telah kita perbuat lalu memohon ampun kepada Allah SWT dengan meneteskan air mata, bangun tengah malam minta ampunan Allah,” ujarnya.

Lantas bagaimana sikap kita mensyukuri nikmat? Mensyukuri nikmat Allah dapat dilakukan dengan dua cara yakni meningkatkan kualitas Hablum minallah dan Hablum minannas. Perbaiki hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama saudara, jiran, dan masyarakat.

“Hubungan kita dengan Allah dapat dilakukan dengan mendirikan shalat, artinya nilai-nilai shalat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan sekedar mengerjakan shalat, karena itu hanya selesai memenuhi kewajiban saja,” tambahnya.

Baca Juga: Pemuda Tanjong Seulamat Tutup Akhir Tahun dengan Kenduri Maulid dan Kegiatan Donor Darah

Begitu pula, lanjut Munawar, kita harus memiliki hubungan yang baik dengan sesama, terutama tetangga rumah kita. Jangan sampai tidak saling kenal satu sama lain.

Maka pada momen tahun baru ini marilah kita menciptakan perubahan-perubahan yang lebih kedepan. Pergantian tahun itu adalah hal biasa, tetapi bagaimana kita buat menjadi luar biasa, yakni selalu kita merenungi apa amalan yang kita siapkan untuk kematian besok.

“Pergantian tahun baru merupakan isyarat bahwa usia kita semakin dekat dengan kematian, maka persiap diri dengan sebaik-baiknya,” ungkap Munawar sosok yang hobi menulis tersebut.

Kemudian ia pun mengutip syarah Imam Jalaluddin as Suyuthi yang mengatakan jika terdapat 5 sifat anak kecil ini pada diri orang dewasa, maka ia akan menjadi waliyullah (orang baik kekasih Allah). 

Kelima hal tersebut merupakan pembelajaran yang dapat diambil dan diamalkan agar hidup semakin berkualitas baik dalam konteks hablum minallah maupun Hlhablum minannas. 

Apa saja? 1) tidak gelisah terhadap rizki, 2) tidak mengeluh kepada Sang Pencipta ketika diterpa sakit, 3) tidak makan kecuali senantiasa bersama-sama, 4) ketika takut maka air matanya bercucuran, 5) Dan ketika bermusuhan cepat sekali untuk menjadi baik lagi.

Seusai tausiah kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama diiringi dengan saling beramah tamah sesama jamaah yang hadir memenuhi masjid kebanggaan masyarakat Tanjong Seulamat tersebut.