Politik

Sudah 2 Tahun Direncanakan, Apa Kabar Jembatan Terpanjang di Atas Laut di Aceh?

68
×

Sudah 2 Tahun Direncanakan, Apa Kabar Jembatan Terpanjang di Atas Laut di Aceh?

Share this article

PIKIRAN ACEH – Pembangun jembatan Aroih Lampuyang sepanjang 430 meter akan menghubungkan Pulau Nasi dan Pulau Breuh, di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Proyek yang masuk dalam prioritas nasional itu memiliki lebar 9 meter diatas ketinggian 50 meter diatas permukaan laut. Sistem pembangunannya menggunakan pondasi bore pile yang terdiri dari 2 abutment dan 2 pilar.

Proyek jembatan terpanjang di Aceh itu sudah mendapatkan persetujuan anggaran dari Komisi VI DPR RI senilai Rp 20 miliar.

Baca Juga: Repsol Mundur Dari Proyek Migas Aceh

Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) akan memulai tahapan pembangunan pada tahun 2022.

Pembangunan jalan dan jembatan Aroih Lampuyang yang akan dimasukan ke dalam Rencana Kegiatan Anggaran Kementrian/Lembaga BPKS Tahun 2022.

Dia menjelaskan, dalam rapat tersebut dirinya memaparkan terkait pembangunan jembatan penghubung dan sarana prasarana lainnya yang dibutuhkan warga di Pulo Aceh.

Baca Juga: Breaking News Jokowi Coret Proyek Strategis Nasional di Aceh. Ini Daftarnya

Pembangunan jembatan terpanjang di Aceh ini sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2021 lalu.

Hal itu dibuktikan ketika Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sudah mengupayakan proyek tersebut terealisasi.

Sehingga pada tahun 2022, pihak DPR RI telah menyepakati pembangunan jembatan yang akan menjadi kebanggan masyarakat Aceh ini.

Bahkan DPR RI juga telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan jembatan terpanjang di Aceh ini.

Namun faktanya, hingga akhir tahun 2022 proyek pembangunan jembatan ini belum juga terlaksana.

Hingga tahun 2023 berakhir, pembangunan proyek belum ada tanda-tanda pengerjaan.

Baca Juga: Tiga Kasus Korupsi Besar Diusut Kejagung, Proyek Jalur KA Besitang-Langsa Masuk Tahap Penyidikan

Dilansir dari acehprov.go.id, kedua pulau tersebut berada di Kabupaten Aceh Besar.

Pulo Nasi sendiri terdiri dari 5 desa yakni Lamteng, Rabo, Pasi Janeng, Deudap dna Alue Reuyeung.

Sedangkan Pulo Breuh berada di Ibukota Kecamatan, Lampuyang.

Untuk jarak antara kedua pulau itu sejauh 250 meter.

Untuk proses pembangunannya sendiri masih belum diketahui pasti kapan akan direalisasi.

Hingga memasuki tahun 2024, belum informasi resmi yang dirilis BPKS Sabang tentang progress proyek ini. ***