Politik

Pidato Abu Ubaida: Pasukan Perlawanan Targetkan 1000 Kendaraan Militer Zionis Selama 100 Hari di Gaza

83
×

Pidato Abu Ubaida: Pasukan Perlawanan Targetkan 1000 Kendaraan Militer Zionis Selama 100 Hari di Gaza

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Agresi Israel terhadap Gaza dan Palestina yang diduduki telah berlangsung selama 100ri sekali Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober yang meruntuhkan “negara” Zionis.

“Kami telah menimbulkan dan masih menimbulkan kerugian besar pada musuh, yang kerugiannya melebihi kerugian yang mereka timbulkan pada tanggal 7 Oktober. Kami menargetkan dan menghentikan layanan 1.000 kendaraan militer Israel dalam waktu 100 hari di Gaza,” kata Abu Ubaida Juru Bicara Brigade Al-Qassam.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Caleg PKS Aceh Utara, Pemicunya Spanduk dan Umbul-umbul Dipasang di Pagar Masjid

Meskipun korban rakyat Gaza telah mencapai 23 ribu lebih yang meninggal karena pemboman dan penembakan pasukan Zionis, begitu juga puluhan ribu lainnya yang mengalami luka. Namun semangat perlawanan Mujahidin Gaza untuk menghancurkan zionis terlihat masih kokoh dan mencatatkan kemenangan besar.

Abu Ubaidah juru bicara Brigade Al-Qassam saya militer Hamas yang berpidato pada momen 100 hari agresi Israel ke Gaza menguraikan poin-poin penting pencapaian pasukannya di lapangan.

Juru Bicara tersebut mengatakan, “kejahatan musuh dan pemerintahannya telah mencapai titik menginginkan penghancuran rakyat kami serta penghancuran tempat-tempat suci di Tepi Barat, Al-Quds, wilayah pedalaman dan Gaza. Dan para pimpinan musuh menikmati dalam membunuh para tahanan kami dan memperketat cekikan pada Gaza untuk memuaskan naluri masyarakatnya,”

Ia juga mengatakan, pertempuran “Badai Al-Aqsa” merupakan sebuah titik balik dalam sejarah umat dan bangsa kita, merupakan seruan yang dikumandangkan untuk pembebasan seluruh bangsa dan bangsa yang terjajah serta memberikan contoh bagaimana tangan dapat melakukan hal yang sama. bertarung dengan penusuk.

“Kami menargetkan dan menghancurkan 1.000 kendaraan militer Zionis dalam 100 hari di Gaza dan sebagian besar amunisi dan senjata yang kami gunakan untuk menyerang musuh berasal dari industri militer Brigade Al-Qassam,” tegasnya lagi.

Kondisi pasukan pejuang hingga saat ini masih baik-baik saja. Abu Ubaida menyatakan, “mujahidin kami menjaga kekompakan barisan mereka dan meningkatkan keyakinan mereka dalam mempertahankan tanah mereka melawan musuh yang biadab dan menulis epik yang tak tertandingi saat ini,” tuturnya.

Zionis telah gagal dalam mencapai tujuan agresinya di Gaza, baik pengusiran paksa maupun penghancuran secara acak tidak menghasilkan apa-apa selain rasa malu bagi mereka, dan mereka bahkan tidak mampu mengembalikan para tahanan.

“Musuh telah gagal mencapai tujuannya bahkan untuk membebaskan tawanan yang berada pada kami, yang ditahan oleh perlawanan,” tambah Abu Ubaida.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menginformasikan jika nasib sejumlah tahanan Israel menjadi tidak diketahui dan tidak jelas, dan sisanya telah memasuki terowongan yang tidak diketahui, dan kemungkinan besar mereka telah tewas, dan para pemimpin musuh bertanggung jawab atas kasus ini.

Baca Juga: Saat Naikkan Bendera PKS, Caleg DPRK Aceh Utara Bersimbah Darah Dihajar Ketua KONI

Selain mengkonfirmasi pencapaian perlawanan Gaza selama 100 hari berjalannya Badai Al Aqsa, Hamas melalui Jubir Al-Qassam juga mengucapkan salam kepada seluruh faksi perlawanan di front Lebanon, Yaman, Irak, dan Suriah

‘Kami mengirim salam kehormatan kepada para pejuang di Lebanon, Yaman, Irak dan seluruh arena bangsa, dan kami berduka atas martirnya bangsa ini. Dunia menyaksikan bagaimana kekuatan kegelapan bergerak ke koalisi dan menyerang mereka yang mendukung rakyat Gaza,”

Namun yang lebih utama adalah agar seluruh umat Islam di dunia untuk mengambil perhatian dan sikap untuk mendukung sepenuhnya perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Gaza dan pasukan Mujahidin demi untuk Islam.

“Kami percaya bahwa ini adalah tugas jihad kami untuk memberi tahu pada 2 miliar Muslim di dunia bahwa dalam 100 hari musuh telah menodai puluhan masjid di Gaza dan menghentikan azan dan kinerjanya dalam perang agama,” demikian Abu Ubaida.