Politik

Belum Genap Setahun Menjabat, Kepemimpinan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di BNNP Aceh Panen Dukungan.

11
×

Belum Genap Setahun Menjabat, Kepemimpinan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di BNNP Aceh Panen Dukungan.

Share this article
Dr. Bukhari, M.H., CM

PIKIRANACEH.COM | BERITA – Kinerja cepat dan terukur yang ditunjukkan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani sejak memimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mulai menuai apresiasi luas. Meski belum genap satu tahun menjabat, berbagai langkah penegakan hukum dan pencegahan yang dilakukan dinilai membawa dampak signifikan dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Aceh.

Apresiasi tersebut turut disampaikan oleh akademisi. Dr. Bukhari, M.H., CM., sekaligus juga advokat, menilai bahwa pola kerja yang diterapkan BNNP Aceh saat ini mencerminkan keseriusan dalam menegakkan hukum secara berkeadilan. Penanganan tindak pidana narkotika tidak bisa dilakukan secara biasa. Ini adalah kejahatan luar biasa yang membutuhkan ketegasan sekaligus kecermatan. Apa yang dilakukan oleh BNNP Aceh hari ini sudah mengarah pada penegakan hukum yang berorientasi pada kepastian dan keadilan,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, BNNP Aceh tidak hanya mengedepankan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika, tetapi juga memperkuat pendekatan preventif melalui edukasi publik dan sinergi lintas sektor. Sejumlah pengungkapan kasus besar menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan narkoba kini dilakukan secara lebih sistematis dan menyentuh jaringan yang lebih luas.

Ia menambahkan, langkah-langkah yang diambil sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menekankan pemberantasan narkotika melalui pendekatan komprehensif, mulai dari penindakan hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

Menurut Dr. Bukhari, keseimbangan antara pendekatan represif dan rehabilitatif menjadi kunci penting dalam sistem hukum modern. Penegakan hukum harus tegas terhadap pelaku jaringan, tetapi bagi pengguna, pendekatan pemulihan harus dikedepankan. Ini penting agar hukum tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memberi solusi,” jelasnya.

Selain itu, intensitas sosialisasi dan edukasi yang dilakukan BNNP Aceh dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Mengingat posisi Aceh yang rawan sebagai jalur peredaran narkotika, upaya pencegahan berbasis masyarakat menjadi sangat relevan.

Lebih jauh, Dr. Bukhari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan BNNP Aceh. Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat akan memperkuat efektivitas penegakan hukum yang sudah berjalan,” tegasnya.

Dengan capaian yang ada, publik berharap kepemimpinan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani dapat terus konsisten dan semakin memperkuat strategi pemberantasan narkotika di Aceh, demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman yang semakin kompleks.