Politik

Legislator Muda, Diana Putri Amelia, S.M. Jadi Sorotan: Memiliki Skill Menembak Hingga Kepedulian terhadap Kesehatan dan Petani Tanah Gayo

37
×

Legislator Muda, Diana Putri Amelia, S.M. Jadi Sorotan: Memiliki Skill Menembak Hingga Kepedulian terhadap Kesehatan dan Petani Tanah Gayo

Share this article

Pikiran Aceh | Banda Aceh – Suara letusan peluru memecah kesunyian di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, Rabu (10/6/2026). Di tengah deretan peserta yang mengikuti latihan menembak, tampak sosok perempuan muda dengan senyum hangat dan pembawaan penuh percaya diri.

Dialah Diana Putri Amelia, S.M., anggota DPRA termuda dari Daerah Pemilihan Bener Meriah–Aceh Tengah. Mengenakan perlengkapan latihan, Diana terlihat menyapa satu per satu pelatih dan personel Brimob yang hadir. Keramahan dan semangatnya seolah mencairkan suasana di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Diana didampingi dua sahabatnya, Dr. Juliana, M.M., M.Pd., dan Dr. Suryati, M.H., M.Pd. Ia juga mendapat arahan langsung dari Komandan Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, IPTU Musmulyadi, S.E., M.Si.

Bagi sebagian orang, olahraga menembak mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau sekadar hobi. Namun bagi Diana, setiap bidikan memiliki makna yang jauh lebih dalam. Menembak mengajarkan fokus, ketenangan, kedisiplinan, serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga sangat dibutuhkan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Sebab, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil harus dilandasi pertimbangan yang matang serta tanggung jawab yang besar terhadap masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai legislator, perempuan muda yang dikenal dengan slogan “Melayani Tanpa Pamrih” itu meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dibentuk melalui ruang sidang dan rapat-rapat dewan. Pengabdian juga lahir dari pembentukan karakter, ketangguhan mental, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ada satu filosofi yang selalu diingatnya dari etika penggunaan senjata api, yakni selalu menganggap senjata dalam keadaan terisi. Bagi Diana, prinsip tersebut mengajarkan arti kehati-hatian, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Filosofi itu pula yang menjadi pegangan dalam perjalanan pengabdiannya di DPRA. Setiap keputusan yang diambil, menurutnya, harus dipertimbangkan secara cermat karena menyangkut kepentingan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanah.

Prinsip tersebut tercermin dalam aktivitasnya sehari-hari sebagai wakil rakyat. Diana dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, mulai dari persoalan pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan para petani kopi di dataran tinggi Gayo yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.

Baginya, kopi Gayo bukan sekadar komoditas unggulan yang telah dikenal hingga mancanegara. Lebih dari itu, kopi Gayo adalah identitas, kebanggaan, dan sumber kehidupan masyarakat yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Karena itu, kesejahteraan para petani menjadi bagian penting dari perjuangan yang terus ia suarakan.

Melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan, Diana terus mendorong hadirnya solusi nyata bagi masyarakat. Mulai dari penguatan infrastruktur pertanian, peningkatan layanan kesehatan, hingga memastikan suara masyarakat kecil tetap mendapat ruang dalam setiap proses pengambilan kebijakan.
Semangat perjuangannya tidak lahir begitu saja. Diana mengaku banyak terinspirasi oleh para srikandi Aceh yang namanya tercatat dalam sejarah. Sosok Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang, Pocut Baren, hingga Pocut Meurah Intan menjadi sumber inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.
Sebagai kader muda Partai Golkar, Diana hadir membawa semangat baru di parlemen Aceh. Meski menjadi anggota termuda di antara 81 legislator DPRA, ia terus membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kedekatannya dengan masyarakat, kebiasaannya turun langsung ke lapangan, serta konsistensinya memegang prinsip disiplin, kepedulian, dan keberanian membuat Diana dinilai sebagai salah satu figur perempuan muda yang memiliki potensi besar dalam pembangunan Aceh.
Sebab bagi Diana Putri Amelia, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir di gedung parlemen. Seorang wakil rakyat harus hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang ada.

Dan mungkin, dari arena latihan menembak di markas Brimob Polda Aceh itu, tersimpan sebuah pesan sederhana tentang kepemimpinan: bahwa ketangguhan mental, fokus berpikir, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab merupakan bekal penting untuk menjaga amanah rakyat serta terus menghadirkan manfaat nyata bagi Aceh, khususnya masyarakat dataran tinggi Gayo.