Perkuat Pemulihan Pascabanjir, Tim UNIKI Dampingi Dayah di Bireuen
Bireuen – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melaksanakan kegiatan “Pendampingan Manajemen Transisi Operasional Pesantren dari Masa Darurat ke Pascabanjir” di Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Mubarakah Al-Munawwarah, Gampong Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini diketuai oleh Mirza, M.M., bersama anggota dosen Mutia Fitri, M.A. dan Yunita Asman, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Humaira Saputri dan Algani. Program tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula tahun 2026.
Program dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi dayah pascabanjir yang berdampak pada fasilitas pendidikan, asrama, serta keberlangsungan pembelajaran dan kehidupan santri. Selain pemulihan fisik, dayah juga membutuhkan penguatan tata kelola untuk mengatur proses transisi dari kondisi darurat menuju berjalannya kembali layanan pendidikan secara normal.
Ketua tim pengabdian, Mirza, mengatakan bahwa pemulihan lembaga pendidikan pascabencana perlu didukung oleh sistem pengelolaan yang jelas dan dapat diterapkan oleh pengelola dayah.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya persoalan memperbaiki fasilitas. Dayah juga membutuhkan pedoman yang jelas untuk mengatur pembelajaran, kehidupan berasrama, pembagian tanggung jawab, komunikasi dengan wali santri, serta pemantauan proses pemulihan,” ujar Mirza.
Pendampingan dilakukan melalui pemetaan kebutuhan, pelatihan dan workshop, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pengembangan sistem komunikasi dan monitoring. Pengelola dayah dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan sehingga perangkat yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lembaga.
Salah satu hasil utama kegiatan adalah tersusunnya SOP Manajemen Transisi Operasional Pesantren dari Masa Darurat ke Pascabanjir. Tim juga mengembangkan struktur Tim Pemulihan Dayah, alur komunikasi pascabencana, serta instrumen monitoring dalam bentuk cetak dan digital sederhana. Perangkat tersebut diharapkan membantu pengelola menentukan prioritas, membagi peran, mengaktifkan kembali layanan pendidikan, serta memantau perkembangan pemulihan secara lebih terstruktur.
Melalui kegiatan ini, UNIKI berharap Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Mubarakah Al-Munawwarah semakin siap mengelola pemulihan pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi praktik baik dalam penguatan ketahanan lembaga pendidikan Islam di wilayah rawan bencana serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat pada fase pemulihan pascabencana.


