Daerah

Pameran HUT ke-27 Bireuen Jadi Etalase UMKM, Kearifan Lokal Kecamatan Unjuk Kelas

1097
×

Pameran HUT ke-27 Bireuen Jadi Etalase UMKM, Kearifan Lokal Kecamatan Unjuk Kelas

Share this article

PIKIRANACEH.COM | BIREUEN – Pameran UMKM dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen menjadi etalase produk unggulan, kreativitas, dan kearifan lokal masyarakat dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas lokal.

Pantauan pada Minggu, 4 Oktober 2026, stan Kecamatan Kutablang dan Kecamatan Gandapura menampilkan beragam produk UMKM, makanan olahan, serta kerajinan khas masyarakat. Produk-produk tersebut memperlihatkan kreativitas warga dalam mengolah sumber daya lokal menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Pameran itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen yang dibuka pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Selain pameran, rangkaian kegiatan juga diisi pertandingan sepak bola, dalail khairat, lomba memasak, serta berbagai perlombaan dan hiburan lainnya.

Stan Kecamatan Kutablang menampilkan sejumlah produk UMKM dan kreativitas masyarakat dari berbagai wilayah. Camat Kutablang, Erizal, S.TP., M.M., mengatakan produk-produk tersebut merupakan bagian dari potensi ekonomi sekaligus kekayaan budaya masyarakat setempat.

Di antaranya Piring Siteuk dari Paya Nie, Blang Me, hasil UMKM Beunjroh, serta berbagai produk pangan dan kerajinan tradisional seperti bungong kol, haluwa, roti akar kelapa, ranup hias dan sejumlah produk lainnya.

Menurut Erizal, produk-produk itu bukan sekadar barang yang dipamerkan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Kutablang yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.

“Ini merupakan potensi masyarakat yang harus terus kita dorong. Kearifan lokal jangan hanya menjadi sesuatu yang kita kenang, tetapi harus mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bisa dikenal lebih luas,” ujar Erizal.

Selain Kutablang, stan Kecamatan Gandapura juga menampilkan beragam produk kerajinan dan makanan olahan masyarakat. Produk yang dipamerkan antara lain tas dan dompet hasil UMKM juga Bumdesa Aneuk Gampong Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, kerajinan berbahan anyaman parun atau ngom dari lahan basah, serta aneka kue kering khas Aceh.

Keberagaman produk dari kedua kecamatan tersebut menunjukkan bahwa bahan dan sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat dapat diolah secara kreatif menjadi produk bernilai tambah.

Untuk memperkuat pengembangan UMKM, Erizal berharap para keuchik dan pemangku kepentingan di tingkat gampong terus mendorong masyarakat agar lebih aktif, kreatif, dan inovatif.

“Kita berharap para keuchik ikut mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan kreatif. Tikar, kerajinan, kue kering maupun makanan basah dan berbagai produk lainnya dapat dikembangkan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Ini bisa menjadi salah satu jalan untuk mendongkrak ekonomi keluarga maupun kelompok masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan lingkungan, serta pengelolaan sampah selama kegiatan maupun dalam proses produksi.

“Jaga kebersihan, jangan tinggalkan sampah. Kualitas produk juga harus terus ditingkatkan sehingga bukan hanya layak dijual di pasar lokal, tetapi ke depan mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan dikenal hingga luar daerah dan mendunia,” harapnya.

Dengan demikian, pameran UMKM HUT ke-27 Kabupaten Bireuen tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga ruang promosi dan penguatan ekonomi masyarakat. Pangan tradisional, kerajinan tangan, serta pemanfaatan bahan lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara serius, dikemas dengan baik, dan dipasarkan secara kreatif.

Momentum tersebut sekaligus menjadi panggung bagi masyarakat untuk memperkenalkan identitas daerah, mengangkat produk lokal, dan membuktikan bahwa kearifan lokal yang dikemas secara kreatif dapat tampil berkelas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.