{"id":203,"date":"2023-03-05T02:07:14","date_gmt":"2023-03-05T02:07:14","guid":{"rendered":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/"},"modified":"2023-03-05T02:07:14","modified_gmt":"2023-03-05T02:07:14","slug":"awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/","title":{"rendered":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>ACEHUPDATE.COM<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> | Naegleria fowleri adalah protista yang hidup di air tawar yang hangat, bersuhu dari 25-35 derajat celcius. Ameba ini masuk kedalam grup Percolozoa atau Heterolobosea. Naegleria fowleri dapat menyerang sistem saraf manusia meskipun jarang terjadi, infeksi hampir selalu menyebabkan kematian terhadap korban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naegleria fowleri tidak menular dari manusia ke manusia. Melainkan melalui aktivitas yang berkaitan dengan air. Misalnya, berenang di air tawar atau di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau membersihkan hidung menggunakan air keran yang terkontaminasi Naegleria fowleri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi amoeba pemakan otak belakangan disebut sebagai infeksi berbahaya dan mirip dengan gejala meningitis. Di mana indikasinya berupa sakit kepala, demam, muntah, sulit bicara, kaku di bagian leher, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui amoeba adalah organisme bersel satu yang berkembang biak dengan cara membelah diri. Amoeba dapat ditemukan di tempat-tempat seperti perairan dengan suhu hangat. Dari berbagai jenis amoeba yang hidup di perairan, hanya satu jenis amoeba yang dapat menginfeksi manusia, yaitu amoeba pemakan otak atau Naegleria fowleri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amoeba pemakan otak tidak secara harfiah memakan otak manusia. Namun, jenis amoeba ini dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pada otak hingga menyebabkan kematian. Lantas apa itu amoeba pemakan otak dan bagaimana gejala serta penyebarannya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <!--img2--> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amoeba pemakan otak atau Naegleria fowleri adalah organisme bersel satu yang hidup secara bebas di tanah dan perairan, seperti sungai air tawar, danau, dan sumber mata air panas. Seperti halnya jenis amoeba lain, organisme ini memiliki ukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu karakteristik Naegleria fowleri adalah tahan terhadap suhu tinggi (termofilik). Karenanya, mikroorganisme ini dapat berkembang dengan baik di tubuh manusia dan lingkungan air hangat, terutama pada suhu 46 derajat Celcius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amoeba pemakan otak dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan infeksi otak atau Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM). Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa berujung pada kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab infeksi amoeba pemakan otak adalah amoeba Naegleria fowleri. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi manusia melalui saluran hidung, yang kemudian menuju otak melalui saraf di area indra penciuman. Apabila telah menginfeksi jaringan otak, amoeba ini dapat membelah diri dan merusak lebih banyak jaringan otak yang umumnya berakibat fatal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Naegleria fowleri apabila sering berenang di perairan air tawar seperti sungai atau danau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala infeksi Naegleria fowleri pada tahap awal hampir mirip dengan penyakit meningitis bakteri. Gejala ini akan muncul 1-12 hari setelah penderita pertama kali terpapar amoeba. Beberapa gejala awal yang ditimbulkan adalah demam, nyeri kepala, mual, dan muntah. Seiring berjalannya waktu, amoeba di dalam tubuh semakin berkembang sehingga gejala-gejala yang muncul akan semakin parah, seperti:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Leher kaku.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Rasa kantuk yang berlangsung&nbsp; &nbsp; terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Nyeri kepala hebat dan datang secara tiba-tiba.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Penurunan fungsi indra pengecap dan penciuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Sensitif terhadap cahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Sulit berkonsentrasi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Kehilangan keseimbangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Gangguan kesadaran hingga koma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Kejang.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Halusinasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala-gejala di atas menandakan bahwa penyakit akibat infeksi Naegleria fowleri telah berkembang dengan sangat cepat dan berpotensi menyebabkan kematian dalam waktu 1-18 hari setelah timbulnya gejala tersebut.<\/span><\/p>\n<p>Sebelum melakukan diagnosis pada pasien, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala serta riwayat kesehatan dan perjalanan sebelumnya. Pasien diharapkan memberi tahu dokter apabila baru saja berenang, baik di kolam atau sungai.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikarenakan gejala yang hampir mirip dengan meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal dengan mengambil sampel untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi ada atau tidaknya Naegleria fowleri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila dibutuhkan pemeriksaan penunjang, dokter akan merekomendasikan pasien menjalani tes pencitraan seperti, CT Scan dan MRI. Tujuannya adalah melihat gambaran jaringan otak secara lebih detail.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naegleria fowleri tidak menular dari manusia ke manusia, melainkan melalui aktivitas yang berkaitan dengan air. Misalnya, berenang di air tawar atau di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau membersihkan hidung menggunakan air keran atau air ledeng yang telah terkontaminasi Naegleria fowleri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui, Amoeba Naegleria fowleri berkembang biak dengan sangat baik di dalam lingkungan air tawar yang hangat. Dengan berenang di air tawar yang terkontaminasi, risiko akan masuknya Naegleria fowleri melalui hidung pun meningkat. Kemudian, amoeba yang berhasil masuk ke jaringan hidung ini dapat bergerak menuju otak dan merusak jaringan otak sehingga menyebabkan infeksi otak berat (primary amebic meningoencephalitis).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Naegleria fowleri juga bisa hidup dan berkembang biak di dalam air keran. Sehingga amoeba pemakan otak akan lebih banyak berisiko pada orang yang membersihkan hidung dengan air keran yang telah terkontaminasi. Perlu diketahui, Naegleria fowleri tidak akan menginfeksi manusia apabila air yang terkontaminasi terminum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kemungkinannya kecil, namun risiko terinfeksi amoeba jenis ini akan meningkat pada orang yang berenang di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau bahkan tidak mengandung klorin sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amoeba Naegleria fowleri sensitif terhadap jenis <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">desinfektan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">klorin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Oleh karena itu, risiko terinfeksi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Naegleria fowleri<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> sangatlah kecil apabila berenang di kolam renang dengan standar kebersihan yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengobati Amoeba Pemakan Otak. Dikarenakan progres infeksi yang terbilang cepat, tidak banyak orang yang dapat bertahan hidup saat terinfeksi Naegleria fowleri. Itulah mengapa diperlukan penanganan dengan cepat untuk menghindari penyebaran infeksi dan mencegah komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pengobatan yang biasanya dilakukan adalah pemberian kombinasi obat yang biasanya meliputi amphotericin B, azithromycin, fluconazole, rifampin, dexamethasone dan miltefosine yang dapat diberikan melalui suntikan di pembuluh vena atau saraf tulang belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miltefosine merupakan obat terbaru yang terbukti dapat membunuh amoeba parasit, termasuk Naegleria fowleri, serta dapat mengurangi pembengkakan otak akibat infeksi oleh amoeba tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah Amoeba Pemakan Otak. Pencegahan infeksi Naegleria fowleri dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Hindari berenang di danau atau sungai air tawar yang bersuhu hangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Menutup hidung saat menyelam atau melompat ke perairan segar yang hangat.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">-Hindari menyentuh benda padat saat berenang di air tawar yang dangkal. +Pastikan menggunakan air bersih saat akan membasuh atau membersihkan hidung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amoeba pemakan otak adalah mikroorganisme yang membahayakan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, tidak banyak penderita yang mampu bertahan dari infeksi mikroorganisme ini. Ole<\/span>h sebab itu, usahakan untuk selalu menggunakan air yang sudah terjamin kebersihannya. Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter&nbsp; untuk mengetahui penyebab sehingga bisa mendapatkan pengobatan secara tepat.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jika Anda memutuskan untuk berenang ke sungai atau danau yang hangat, pastikan untuk memakai sumbat hidung.***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">sumber: dari berbagai sumber medic<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEHUPDATE.COM | Naegleria fowleri adalah protista yang hidup&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":204,"comment_status":"","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[301,297,296,299,298,295,300],"newstopic":[],"class_list":["post-203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-amuba-pemakan-otak","tag-danau","tag-kolam-renang","tag-menyebabkan-kematian","tag-naegleria-fowleri","tag-sungai","tag-terinfeksi-bakteri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ACEHUPDATE.COM | Naegleria fowleri adalah protista yang hidup...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PIKIRAN ACEH\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-05T02:07:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pikiranaceh2025\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pikiranaceh2025\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\"},\"author\":{\"name\":\"pikiranaceh2025\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/person\/8998c46edc92c9412ea8ddb0cc9461c1\"},\"headline\":\"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya\",\"datePublished\":\"2023-03-05T02:07:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\"},\"wordCount\":1017,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg\",\"keywords\":[\"amuba pemakan otak\",\"danau\",\"kolam renang\",\"menyebabkan kematian\",\"Naegleria Fowleri\",\"sungai\",\"Terinfeksi bakteri\"],\"articleSection\":[\"Politik\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\",\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\",\"name\":\"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg\",\"datePublished\":\"2023-03-05T02:07:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg\",\"width\":750,\"height\":500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/\",\"name\":\"PIKIRAN ACEH\",\"description\":\"BERITA ACEH HARI INI\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization\",\"name\":\"PIKIRAN ACEH\",\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-16.32.07.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-16.32.07.jpeg\",\"width\":1080,\"height\":902,\"caption\":\"PIKIRAN ACEH\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/person\/8998c46edc92c9412ea8ddb0cc9461c1\",\"name\":\"pikiranaceh2025\",\"sameAs\":[\"http:\/\/pikiranaceh.com\"],\"url\":\"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/author\/pikiranaceh2025\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH","og_description":"ACEHUPDATE.COM | Naegleria fowleri adalah protista yang hidup...","og_url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/","og_site_name":"PIKIRAN ACEH","article_published_time":"2023-03-05T02:07:14+00:00","og_image":[{"width":750,"height":500,"url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pikiranaceh2025","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"pikiranaceh2025","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/"},"author":{"name":"pikiranaceh2025","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/person\/8998c46edc92c9412ea8ddb0cc9461c1"},"headline":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya","datePublished":"2023-03-05T02:07:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/"},"wordCount":1017,"publisher":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg","keywords":["amuba pemakan otak","danau","kolam renang","menyebabkan kematian","Naegleria Fowleri","sungai","Terinfeksi bakteri"],"articleSection":["Politik"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/","url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/","name":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya - PIKIRAN ACEH","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg","datePublished":"2023-03-05T02:07:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#primaryimage","url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg","contentUrl":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/3556325470.jpg","width":750,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/2023\/03\/05\/awas-terinfeksi-naegleria-fowleri-amoeba-pemakan-otak-hidup-di-air-tawar-kenali-gejalanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pikiranaceh.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#website","url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/","name":"PIKIRAN ACEH","description":"BERITA ACEH HARI INI","publisher":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pikiranaceh.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#organization","name":"PIKIRAN ACEH","url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-16.32.07.jpeg","contentUrl":"https:\/\/pikiranaceh.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-16.32.07.jpeg","width":1080,"height":902,"caption":"PIKIRAN ACEH"},"image":{"@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pikiranaceh.com\/#\/schema\/person\/8998c46edc92c9412ea8ddb0cc9461c1","name":"pikiranaceh2025","sameAs":["http:\/\/pikiranaceh.com"],"url":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/author\/pikiranaceh2025\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=203"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/203\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=203"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/pikiranaceh.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}