Politik

Kadinkes Lampung Raihana Dipanggil KPK untuk Klarifikasi Harta Tak Wajar

79
×

Kadinkes Lampung Raihana Dipanggil KPK untuk Klarifikasi Harta Tak Wajar

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Lampung, Reihana, hadir di Gedung Merah Putih KPK pada Senin, 8 Mei 2023, setelah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)-nya.

Reihana tiba di gedung KPK sekitar pukul 08.12 WIB dengan didampingi seorang pria. Saat tiba di KPK, Reihana mengenakan kemeja putih dan rok hitam yang dipadukan dengan jilbab putih khasnya yang menjulang ke atas di bagian ujung depan. Tak hanya itu, dia juga membawa tas putih bermotif bunga.

Baca Juga: Kapolres Aceh Besar Pecat Dua Personel Polisi Akibat Disersi dan Kasus Ganja

Meskipun tidak banyak memberikan pernyataan kepada awak media, Reihana menyampaikan bahwa dirinya dalam keadaan sehat untuk menjalani klarifikasi di KPK. Ketika menunggu di lobby KPK, Reihana berusaha menutup wajahnya dengan majalah yang dibawanya.

Menurut Juru Bicara KPK, Ipi Maryati, Reihana saat ini sedang memberikan keterangan di hadapan tim Direktorat LHKPN Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK.

“Pak Reihana sedang menjalani klarifikasi di hadapan tim Direktorat LHKPN,” tambah Ipi dikutip dari suara.com.

KPK mengundang Reihana terkait permintaan klarifikasi LHKPN, karena harta kekayaan yang dilaporkan tidak sesuai dengan profilnya. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, menyebut LHKPN Reihana bersifat outliers atau tidak wajar, dengan nilai yang dilaporkan terlalu kecil dan hampir tidak berubah dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Seorang Nelayan Simeulue Dilaporkan Hilang Saat Melaut

Undangan klarifikasi dari KPK terhadap Kadiskes Provinsi Lampung ini menunjukkan bahwa KPK tidak akan berhenti dalam memantau LHKPN para penyelenggara negara. KPK akan terus mengawasi dan menindak siapa saja yang terbukti melanggar aturan dalam melaporkan harta kekayaan mereka.***