Politik

Ada dari Aceh, Ini 4 Pemain Bola yang meninggal Akibat Benturan Sesama Pemain di Lapangan

94
×

Ada dari Aceh, Ini 4 Pemain Bola yang meninggal Akibat Benturan Sesama Pemain di Lapangan

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Sejumlah pemain bola dunia maupun Indonesia pernah terlibat insiden mengejutkan di lapangan saat membela klubnya masing-masing. Beberapa di antaranya ada yang saling berbenturan dengan pemain lain hingga mengalami cedera dan bahkan berujung kematian.

Kali ini kita akan membahas sejumlah pemain bola yang meninggal akibat benturan sesama pemain di lapangan

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 4 peristiwa tragis kematian pesepakbola profesional di Indonesia:

1. Eri Irianto

Pemain kelahiran Sidoardjo ini meninggal dunia pada 3 April 2000. Pada pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember tanggal 3 April 2000, Eri  bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Akibat takbrakan tersebut, dia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, malamnya ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Dokter Soetomo karena serangan jantung.

2. Jumadi Abdi

Pemain Bontang PKT ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 8 hari. Jumadi dilarikan ke rumah sakit setelah benturan keras dengan pemain Persela Lamongan Deny Tarkas 7 Maret 2009.

Jumadi meninggal disebabkan kerusakan di sejumlah organ vital yang disebabkan kuman yang keluar dari usus halus yang bocor setelah mengalami benturan keras dengan Deny.

3. Choirul Huda

Choirul Huda bisa dibilang one man club. Sebab, semenjak berkarier sebagai pesepakbola profesional pada 1999 hingga meninggal dunia pada 2017, hanya Persela Lamongan yang ia bela. Meski mendapatkan banyak tawaran dari banyak klub, namun Choirul Huda memilih bertahan bersama klub yang bermarkas di Stadion Surajaya, Lamongan tersebut.

Petaka menimpa Choirul Huda pada Minggu 15 Oktober 2017. Saat itu, secara tidak sengaja kaki bek Persela Ramon Rodrigues menabrak tulang rusuk Choirul Huda yang hendak mengamankan si kulit bulat.

Saat itu, maksud Ramon Rodrigues adalah menutup pergerakan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento. Namun, tabrakan antara dirinya dengan Choirul Huda justru tidak terhindarkan.

Setelah itu, Choirul Huda sempat mendapat perawatan medis di lapangan dengan alat bantu pernapasan. Sayangnya, nyawa kiper berusia (38) tahun itu tak tertolong lantaran mengalami cedera serius di bagian dadanya.

4. Akli Fairuz

Striker Persiraja Banda Aceh ini menghembuskan napas terakhir setelah hampir sepekan dirawat akibat diterjang kiper PSAP Sigli Agus Rohman bulan Mei lalu.

Akibat benturan keras itu, Akli mengalami luka dalam. Kantong kemihnya mengalami kebocoran dan ususnya robek.***