Politik

Perempuan Keren dalam Persfektif Alquran

77
×

Perempuan Keren dalam Persfektif Alquran

Share this article

Oleh: Dr. Oknita, S. Sos. I, MA

Allah subhanahuwata’ala menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan Allah dengan masing-masing kelebihan.

Sehingga laki-laki memiliki kelebihan tersendiri begitu juga dengan perempuan. Keduanya saling melengkapi, saling mendukung, berbagi tugas dalam beraktivitas sehari-hari.

Meskipun dalam beraktivitas tersebut, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan-aturan yang sudah diatur oleh Allah subhanahuwata’ala.

Baca Juga: Perlukah Menjaga Keistimewaan Aceh Dengan Menolak Revisi Qanun LKS

Bukan berarti bisa dan bebas dalam interaksi antara keduanya. Akan tetapi aturan-aturan tersebut tidak penulis bahas dalam tulisan ini. Karena penulis focus terhadap pandangan alquran terhadap perempuan.

Jika kita membaca sejarah pra Islam, maka informasi yang kita temukan bahwa perempuan pada masa itu lebih rendah dari hewan. Dimana perempuan menjadi mahkluk paling hina dan rendah.

Perempuan hanya dijadikan budak nafsu bagi laki-laki yang bebas untuk menikahi perempuan yang dinginkannya (kekerasan seksual), bayi-bayi perempuan yang baru lahir dibunuh, perempuan tak punya hak untuk berbicara apalagi untuk melawan.

Fenomena jahiliyyah tersebut dihilangkan oleh Allah subhanahuwata’ala dengan diutus Nabi Muhammad SAW dengan ajaran agama Islam.

Kata jahiliyyah berasal dari bahasa Arab yang menujukkan masa dimana saat itu penduduk Mekkah berada dalam kebodohan. “ketidaktahuan akan petunjuk Ilahi” atau kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Allah subhanahuwata’ala”.

Baca Juga: Membangun Masa Depan Yang Cerah Dengan Transformasi Pendidikan Di Lhokseumawe

 Kehadiran Rasulullah shallallahualaihissalam, perempuan diangkat oleh Islam harkat dan martabatnya menjadi terhormat.

Perempuan memiliki harga diri sehingga layak untuk dihargai, perempuan menjadi sama dalam pandangan sosial dengan tugas dan kewajiban masing-masing, memiliki hak hidup sebagai hak azazi manusia, dan saat ini adanya UU atau aturan tentang perlindungan perempuan.

Allah subhanahuwata’ala memberikan beberapa profil perempuan keren sebagai panutan atau tauladan bagi perempuan-perempuan kekinian.

Sehingga tidak hanya mampu sukses di dunia tetapi sukses juga diakhirat kelak.

Baca Juga: Memaknai Pemilu Bersih dalam Konteks Komunikasi Islami

Perempuan menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) online adalah orang (manusia) yang memiliki kelamin perempuan, dapat menstruasi, hamil dan dapat melahirkan anak dan menyusui. Perempuan tersirat arti suatu penghormatan.

Sementara untuk kata keren yaitu tampak gagah dan tangkas, garang, berpakaian bagus, berdandan rapi dan sebagainya.

Dalam konteks ini penulis maksudkan perempuan keren adalah perempuan yang terhormat, kekinian, sukses tidak hanya didunia namun juga di akhirat.

Artinya, perempuan keren orientasi hidupnya tidak hanya sekedar didunia tetapi juga fokus mempersiapkan diri untuk kehidupan hakikinya kelak di akhirat.

Baca Juga: Education According to The Thought Of Ki Hajar Dewantara

Apapun yang dikerjakan, segala aktivitas didasari niat karena sang pencipta Allah subhanahuwata’ala.

Mari kita analisis alquran berbicara tentang perempuan keren, salah satu perempuan keren yang dijanjikan penghuni surga adalah sayyida Khatijah istri Rasulullah shallallahualaihissalam.

“Sebaik-baiknya perempuan penghuni surga adalah Khatijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. (HR. Ahmad No. 2668).

Sosok perempuan keren dari profil sayyida Khatijah tampak pada:

1. Perempuan Terhormat

Sebagaimana kita ketahui bahwa, sayyida Khatijah binti Khuwailid merupakan perempuan terhormat dan disegani oleh penduduk Mekkah.

Meskipun beliau berstatus seorang janda setelah dua kali menikah sebelum akhirnya menjadi istri Rasulullah shallallahualaihissalam sampai ajal menjemput.

Meskipun seorang janda yang berparas cantik, banyak dari kaum laki-laki di sekitar Mekkah ketika itu yang jatuh hati kepada beliau. Tetapi karena perempuan terhormat, terjaga aurat dan pergaulannya maka tidak ada dari kaum laki tersebut yang secara sembarangan mengganggu beliau.

Tidak ada perbuatan tingkah laku sayyida Khatijah yang menunjukkan akhlaq perempuan jahiliyyah.

2. Perempuan Sukses (Pengusaha Kaya)

Sayyida Khatijah binti Khuwailid merupakan perempuan sukses (pengusaha kaya) di kota Mekah dan sekitarnya.

Beliau bergerak dalam bidang perdagangan yang sudah menempus pasar luar kota Mekkah. Secara finansial beliau masuk sebagai pengusaha sukses yang disegani, dan sangat dihormati.

Tidak ada yang berani secara sembarangan terhadap beliau meskipun pada saat itu Islam belum datang.

3. Perempuan Sukses yang Dermawan

Kekayaan beliau sudah tidak diragukan lagi, menurut sejarah bahwa beliau masuk dalam daftar perempuan pengusahan terkaya di kota Mekkah. Meskipun berstatus “orang kaya” hal ini tidak membuat beliau lupa untuk saling membantu meringankan beban orang miskin dikota Mekkah dan sekitarnya.

Banyak dari keluarga miskin yang beliau tanggung dan nafkahi. Sehingga Sayyida Khatijah binti Khuwailid dikenal sebagai pengusaha kaya yang baik.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, mayoritas perempuan sukses saat ini lebih mementingkan kepentingan dan kebutuhan pribadinya dibandingkan untuk menolong apalagi menanggung kebutuhan rakyat (orang) miskin.

Bahkan tak jarang kita menyaksikan atau membaca dan mendengar, banyak yang menindas, mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya, megambil hak-hak orang lain dibandingkan untuk meringankan atau menolong orang lain.

4. Perempuan yang Orientasi Akhirat

Sayyida Khatijah binti Khuwailid terkenal dengan kekayaan yang beliau miliki, usaha yang tersebar di dalam atau luar kota Mekkah.

Namun, sebagaimana kita ketahui Sayyida Khatijah binti Khuwailid dengan ikhlas seluruh harta bahkan nyawanya orientasinya di jalan Allah. Bersama suaminya Rasulullah shallallahualaihissalam seluruh hartanya dipergunakan untuk kesuksesan dakwah. Hingga pada akhirnya beliau harus hidup susah.

Baca Juga: Perlukah Menjaga Keistimewaan Aceh Dengan Menolak Revisi Qanun LKS

Tapi Sayyida Khatijah binti Khuwailid tidak gentar, tetap istiqamah karena mengharap kehidupan yang lebih nikmat kelak di akhirat.

5. Perempuan dengan Status Istri Shalihah

Kehidupan mewah yang dimiliki oleh Sayyida Khatijah binti Khuwailid tidak membuatnya menjadi perempuan yang sombong.

Karena secara finansial, pendapatannya diatas pendapatan suaminya. Sayyida Khatijah binti Khuwailid tetap menghargai, patuh dan taat kepada suaminya.

Cinta dan kasih sayangnya sebagai seorang istri terus membekas dalam benak suaminya bahkan sampai beliau telah tiada.

Ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi riil saat ini, mayoritas dari kaum perempuan yang merasa secara finansial sudah mapan (mampu menghidupi diri sendiri) terkadang membuat dirinya sombong terhadap suaminya.

Menghilangkan atau mengurangi rasa hormat, patuh dan taat kepada suami. Sehingga angka penceraian terus meningkat.

6. Perempuan yang Meninggal dalam keadaan husnul khatimah

Tidak ada status yang lebih membahagiakan dan tidak ada bandingan kesuksesan yang diterima oleh seseorang kecuali akhir hidup yang baik (husnul katimah).

Sayyida Khatijah binti Khuwailid menjadi salah satu perempuan terkeren didunia juga keren diakhirat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa sebaik-baik perempuan penguhuni surga salah satunya Sayyida Khatijah binti Khuwailid.

Husnul khatimah hakikat merupakan pencapaian tertinggi tidak hanya bagi perempuan juga bagi kaum laki-laki. Karena ini merupakan alat ukur kehidupan yang keren juga kelak disurga-Nya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Tetapkan Tersangka Baru

Perempuan keren dalam persfektif al-quran merupakan perempuan yang meraih kesuksesan di dunia juga diakhirat.

Salah satu sosok perempuan keren tersebut adalah Sayyida Khatijah binti Khuwailid istri Rasulullah shallallahualaihissalam.

Didunia Sayyida Khatijah binti Khuwailid merupakan perempuan dengan status pengusaha sukses, kekayaannya diperhitungkan didalam dan luar kota Mekkah.

Perempuan terhormat terjaga marwahnya, sosok yang dermawan gemar membantu dan saling menyayangi, dan menggunakan hartanya dijalan Dakwah, istri shalihah yang tetap patuh dan taan kepada suami meski memiliki kemampuan finansial diatas suaminya.

Serta diakhir hidupnya meraih husnul khatimah. Sebuah akhir yang indah yang menjadi harapan setiap perempuan.

Dari sosok Sayyida Khatijah binti Khuwailid kita dapat belajar bahwa perempuan yang keren adalah perempuan sesuai dengan arahan-arahan dari alquran.

Bukan sosok yang egois, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan yang orientasi hidup untuk dunia lupa bahwa suatu saat akan Kembali kepada-Nya.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe***