Politik

6 Jenis Rapai Aceh dan Mengenal Sejarahnya

51
×

6 Jenis Rapai Aceh dan Mengenal Sejarahnya

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Keanekaragaman budaya menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara kaya dan unik sehingga mempunyai berbagai tradisi dan adat yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

 

Seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, senjata tradisional, dan berbagai makanan khas.

 Baca Juga: Rapai Debus Hiasi Peringatan HUT RI ke-78 di CoT Girek, Ini Sejarah Asal Rapai

Berbicara dengan alat musik tradisional di Aceh ada salah satu alat musik yang cukup terkenal bahkan sampai seantero jagat raya, yaitu Rapai, yang dikenal dengan Rapai Aceh

 

Bentuk Rapai seperti gendang dan rebana pada umumnya, warna rapai biasanya berwarna dasar hitam dan kuning muda.

 

Rapai ini terbuat dari kulit sapi atau kambing, kemudian ditempel di kayu pilihan yang sudah dibentuk bundar, sedangkan untuk melekatkan kulit tersebut biasanya diberikan lempengan dari logam. 

Rapai merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Aceh. Alat musik ini di mainkan dengan cara di pukul dan di iringi dengan nyanyian bernuansa islami.

Suara rapai juga membuat suasana lebih hidup, semarak dan bisa menumbuhkan semangat penonton yang sedang menyaksikan suatu pertunjukan. Rapai ini juga digunakan hampir semua seni tarik suara tradisional di Aceh.

 

rapa’i ini tidak terlepas dari peradaban masuknya Islam di Aceh. Karena rapai ini diperkenalkan oleh seorang ulama besar dari Baghdad yang menyebarkan Islam ke Aceh. 

 

Dalam beberapa catatan sejarah, rapai yang kemudian menjadi alat musik tradisional Aceh diperkenalkan oleh Syech Rapi atau ada juga yang menyebutkannya dengan Syech Rifa’i. 

 

Rapai sudah berabad abad menjadi alat musik tradisional Aceh. Rapai merupakan instrumen musik yang dimainkan dengan cara dipukul.

 

Pertama kali dimainkan alat musik di Ibukota Kerajaan Aceh pada abad ke-11 yaitu di Banda Khalifah.

 Baca Juga: Sosok Cek Bay, dan Pandangannya Terhadap 18 Tahun Perdamaian Aceh

Namun rapai diberikan nama bermacam di antaranya, perbedaan itu karena ukuran dan kreasi cara memainkannya.

 

Ada 6 jenis rapai kemudian dikenal di Aceh hingga sekarang :

 

1. Rapai Dabôih, artinya sejenis pertunjukan ketangkasan mempertontonkan kesaktian seseorang kebal dari benda tajam.

 

Dulunya daboih (debus) ini biasanya dimainkan oleh seorang khalifah yang memiliki ilmu kebal, ahli makrifat besi.

 

2. Rapa’i Geurimpheng, dimainkan secara duduk. Seni ini dimulai dengan memberikan salam, lalu menjulurkan tangan ke depan dan menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan secara serentak sambil memukul rapai dan menyanyikan ratoih (lagu).

 

3. Rapai Pulôt, dimulai dari salam dan dilanjutkan dengan penampilan akrobatik dan keahlian membentuk lingkaran bersambung.

 

4. Rapai Pase yang terdapat di Aceh Utara dengan formasi pemukul rapai sebanyak 30 orang.

 Baca Juga: Dulu Petro Dolar, Kini Aceh Utara Jadi Kabupaten Miskin Ternyata Ini salah satu penyebab nya

5. Rapai Anak, rapai ukuran sedikit lebih kecil berfungsi untuk mengadakan tingkahan, karena suara lebih nyaring dan mendenting.

 

6. Rapai Kisah/Hajat, mengisahkan atau hajat menginginkan seperti ingin memiliki rumah sendiri. Lalu syech (koordinator penabuh rapai) bersama penabuh rapai bersama-sama menyanyikan syair-syair mengisahkan itu.