Politik

Pernyataan Lengkap Danpaspampres Soal Tewasnya Warga Aceh

154
×

Pernyataan Lengkap Danpaspampres Soal Tewasnya Warga Aceh

Share this article

PIKIRAN ACEH – Imam Masykur (25) seorang warga Aceh yang merupakan pedagang kosmetik di Jakarta diculik dan disiksa hingga tewas diduga oleh oknum anggota Paspampres.

Pemuda Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, Aceh ini meninggal dunia setelah ditemukan jenazahnya di Karawang, Jawa Barat.

Sebelumnya dia diculik dan disiksa oleh oknum Paspampres pada Sabtu 12 Agustus 2023.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Imam diculik di toko kosmetik di ibukota, pada Sabtu 12 Agustus 2023 pada saat sedang Magrib.

Dalam sebuah video amatir, warga Bireuen Imam Masykur (25) sempat menelepon keluarganya, meminta supaya dikirimkan uang Rp50 juta, jika tidak maka nyawa taruhannya.

Baca Juga: Reaksi DPR Aceh terhadap Kasus Pembunuhan dan Penganiayaan Warga Aceh di Jakarta

Bahkan Imam sempat meminta adiknya menelpon ibu mereka, supaya mengirimkan uang secepatnya.

Selain itu juga beredar informasi jika oknum penculik juga mengirimkan video kepada keluarga Imam Masykur.

Imam disebut sebut diculik di rumahnya oleh oknum pria yang belakangan dikatakan sebagai oknum TNI.

Dalam surat keterangan penyerahan mayat yang diterbitkan oleh Polisi Militer Kodam Jaya/Jayakarta pada Kamis 24 Agustus 2023 yang ditandatangani oleh Serka Agus, oknum TNI yang disebut sebut menculik Imam berdinas di kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) Paspampres.

Baca Juga: Ini Penyebab Warga Aceh Disiksa Hingga Tewas oleh Oknum Paspampres

Dalam unggahan di media sosial seperti dilihat detikcom, Minggu (27/8/2023), korban penganiayaan Praka RM itu dinarasikan diculik terlebih dulu baru kemudian dianiaya oleh oknum Paspampres bersama dua temannya. Peristiwa itu disebutkan terjadi pada Sabtu (12/8).

Korban juga sempat disebut mendapat ancaman jika tidak mengirimkan uang ke oknum Paspampres.

Baca Juga: Akun IG Istri Oknum Paspampres Penganiaya Warga Aceh Jadi Sasaran Netizen

Insiden lansung direspon Danpaspampres dengan mengeluarkan pernyataan sikap.

Berikut pernyataan Danpaspampres:

  1. Terkait kejadian penganiayaan di atas, saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan.
  2. Terduga saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan.
  3. Apabila benar-benar terbukti adanya anggota Paspampres melakukan tindakan pidana seperti yang disangkakan di atas pasti akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
  4. Kami mohon doanya semoga permasalahan ini dapat segera diselesaikan.

Terima kasih ***