Politik

Ini Sejumlah Persoalan Di Aceh Utara Yang Disampaikan PJ Bupati

118
×

Ini Sejumlah Persoalan Di Aceh Utara Yang Disampaikan PJ Bupati

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Penjabat Bupati Aceh Utara Dr Drs Mahyuzar, MSi, memaparkan sejumlah persoalan pembangunan yang ada di Aceh Utara.

 

Diantaranya tentang kelanjutan pembangunan Waduk Keureutoe dan Bendung Krueng Pase sebagai prioritas serta penurunan angka stunting dan penurunan angka kemiskinan ekstrim.

 

Hal itu di utarakan saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Aceh Utara periode 2023 – 2028, berlangsung di aula Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Senin, 4 September 2023. 

 

Kata Mahyuzar, media dan pers merupakan salah satu prasarana yang bisa membuat publik mengetahui dan paham apa itu pembangunan, mulai dari mekanismenya, teknis, kepentingan serta fungsi dan tujuan dari pembangunan itu dilaksanakan. 

 

“Selain sebagai sarana informasi, pers juga berperan sebagai pengawasan. Pers juga insan wartawan telah menjadi mitra bagi pemerintah, tidak hanya sebagai peran menyampaikan informasi tentang pembangunan, akan tetapi menjadi mitra sebagai pengawas pembangunan,” ungkapnya. 

 

Selaku Penjabat Bupati Aceh Utara, lanjutnya, Mahyuzar akan terus berupaya maksimal untuk kesejahteraan masyarakat, seperti kelanjutan pembangunan Waduk Keureutoe dan Bendung Krueng Pase sebagai prioritas, agar kawasan tengah Aceh Utara terbebas dari banjir, dan tercukupinya air irigasi untuk kebutuhan pertanian. 

 

Sementara di bidang kesehatan, Mahyuzar mengatakan akan meningkatkan peran dan fungsi Puskesmas sebagai layanan primer, serta penurunan angka stunting. Sebab, stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak secara fisik semata, namun juga menurunkan tingkat kecerdasan pada saat dewasa, juga mempengaruhi potensi penerus dalam berkarya dan bekerja, sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan kemajuan Aceh Utara di masa yang akan datang, serta untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim. 

 

Untuk itu, Mahyuzar mengajak para pengurus dan anggota PPWI Aceh Utara untuk memberikan daya ungkit yang kuat terhadap upaya mewujudkan Bumi Malikussaleh yang religius, maju dan inovatif menuju masyarakat sejahtera.

 

 “Tentu saja melalui publikasi jurnalistik yang dijalankan oleh rekan-rekan wartawan, apalagi dengan kemajuan teknologi media saat ini semakin pesat serta tuntutan keterbukaan informasi yang dibutuhkan publik dalam setiap segmen kehidupan,” ungkapnya. 

 

Mahyuzar berharap kerja sama dan komunikasi rekan wartawan dapat semakin terjalin dengan baik dan berjalan dua arah antara komunitas jurnalis atau kaum pers dengan jajaran Pemerintah Daerah. 

 

“Saya berharap rekan-rekan pers dapat semakin berkiprah aktif dan memberikan dukungan moril dalam publikasi program-program pembangunan daerah secara objektif, berimbang, dan bertanggungjawab,” harapnya.***