PIKIRANACEH.COM – Dalam rangka mencapai target satu juta wirausaha baru di kalangan mahasiswa. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Dr Ir Kiki Yuliati, MSc melakukan grand launching secara virtual Program Wirausaha Merdeka 2023 di kampus Politeknik Kutaraja Banda Aceh, Selasa (05/09/2023).
Program wirausaha merdeka merupakan kegiatan berbasis kegiatan wirausaha mahasiswa kampus merdeka yang nantinya dapat dikonversi sebagai kegiatan kuliah setara 20 sks.
Kiki Yuliati yang hadir melalui zoom saat melakukan pembukaan acara menjelaskan, saat ini kita mengahadapi perubahan yang demikian cepat dan masa depan yang penuh tantangan. Kita tidak bisa lagi dengan kebiasaan lama. Upaya keluar dari kebiasaan lama yaitu tidak harus memikirkan kerja, tetapi bagaimana menciptakan lapangan kerja.
“Perguruan tinggi dan mahasiswa didorong untuk berinovasi, serta harus keluar dari kebiasaan lama. Seperti mencari kerja setelah lulus kuliah, akan tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Kiki.
Baca Juga: Baitul Mal Buka Pendaftaran Bantuan Tugas Akhir Mahasiswa D3 dan S1. Daftar Disini
Ia menambahkan, kita harus beradaptasi dan berinovasi untuk memimpin masa depan. Sebab itu kampus vokasi memiliki tanggung jawab menciptakan sumber daya manusia unggul masa depan.
Hingga saat ini Kemendikbud Ristek RI telah meluncurkan program Merdeka Belajar episode ke-26, dimana pihaknya mendorong perguruan tinggi (PT) semakin otonom sesuai PT tersebut dengan dorongan inovasi. Program wirausaha merdeka menciptakan pengalaman belajar berwirausaha.
Kiki menyebut, Politeknik Kutaraja merupakan satu satunya PTS di bagian barat Indonesia yang menyelenggarakan program wirausaha merdeka yang diikuti oleh 318 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Aceh dan luar Aceh dan sebanyak 32 DPL (dosen pendamping lapangan), serta 31 UKM Mitra.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 memiliki target pada tahun 2024 akan tercipta 1 juta wirausaha baru.
Wirausaha Merdeka merupakan salah satu upaya dari Kemendikbudristek untuk mendukung penuh terciptanya wirausaha mahasiswa di Indonesia.
Program Wirausaha Merdeka berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Pelaksana Program mengembangkan pembelajaran wirausaha yang mampu mengasah jiwa kewirausahaan, mendorong peningkatan pengalaman wirausaha dan peningkatan kemampuan daya kerja mahasiswa.
Membentuk mindset dasar wirausaha, softskill, mengasah kompetensi, dan pengalaman berwirausaha dikalangan mahasiswa.
Mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan praktisi bisnis, juga Konsultan Bisnis serta didampingi oleh dosen pendamping lapangan yang ahli di bidangnya.
Baca Juga: DPRK Banda Aceh Dukung Penguatan Transisi PAUD-SD bagi Usia Dini
Sementara Direktur Politeknik Kutaraja Desy Puspita, SP MM menuturkan, kampus yang dipimpinnya itu sejak dua tahun terakhir dalam program-program yang berhubungan dengan UMKM. Salah satu yang terakhir adalah rekrutmen CEO Muda bersama mitra UKM Politeknik Kutaraja.
Dalam program wirausaha merdeka dirinya berharap nanti paska semua tahapan dilakukan, maka akan ada wirausaha-wirausaha baru dari mahasiswa yang muncul dan berhasil menjadi pelaku usaha ril.
Hal serupa juga disampaikan oleh Manager Matchmaking Program Wirausaha Merdeka, Dr Nila Tristiarini. Program wirausaha merdeka adalah unggulan kampus merdeka tahun kedua sejak 2020 yang diinisiasi oleh mas menteri dan dilaksanakan oleh 34 PT di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut ia merincikan, kegiatan wirausaha merdeka dibagi dalam beberapa tahapan yaitu dimulai pertama tahapan pre immersion. Pada tahap ini diarahkan untuk membuka mindset bisnis proses dan wawasan atau konsep dasar bagi mahasiswa.
Selanjutnya tahap Immersion. Pada tahap kedua ini mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha yaitu dengan berinteraksi dengan pelaku UKM dan memperoleh bimbingan langsung dari praktisi bisnis.
Kemudian peserta atau mahasiswa mulai menghasilkan Prototipe; menyusun dan mencoba produk, dan tahap terakhir Post immersion yaitu melakukan validasi market dari produk yang sudah diuji coba tersebut.
“Tujuan dari program ini tidak lain untuk memberikan pengalaman real kepada para mahasiswa bagaimana learning process, experience process, dan memiliki kompetensi dasar berwirausaha,” tutupnya.***
