Politik

Taushiyah Subuh di Masjid Babul Maghfirah: 3 Ciri Orang Baik

51
×

Taushiyah Subuh di Masjid Babul Maghfirah: 3 Ciri Orang Baik

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid tidak saja akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, dapat bersilaturahmi dengan sesama jamaah, juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Pada Subuh kali ini, Sabtu (07/09) selain sebagai imam shalat, Ustadz Dr. rer.net. Ilham Maulana, S.Si sekaligus memberikan tausiyah kepada jamaah seusai shalat berjamaah berlangsung.

Tausyiah subuh dengan tema Tiga Ciri Orang Baik disampaikan Ustadz Ilham Maulana sebagai syiar ilmu dan sarana dakwah di Masjid Babul Maghfirah, Tanjung Selamat.

Baca Juga: 3 Hikmah yang Diperoleh Orang Ikhlas

Ustadz Ilham Maulana mengawali taushiyah nya dengan mengutip sebuah ayat Alquran yang terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 134, dan ayat itu pula yang dibacakan dalam rakaat shalat tadi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)

“Pada ayat di atas, Allah SWT menggambarkan tentang ciri-ciri orang baik. Setidaknya ada 3 yaitu; pertama; orang yang selalu berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua; orang yang mampu menahan amarahnya, mampu mengelola emosinya, atau tidak gampang marah. Ketiga; orang yang gampang memaafkan kesalahan orang lain,” terang Wakil Dekan FMIPA USK itu.

Rasullullah Saw mengamalkan ayat ini dalam kehidupan beliau. 

Dalam sebuah kisah, Rasulullah Saw pernah mengalami kesedihan yang mendalam ketika Hamzah wafat pada Perang Uhud.

Kala itu, Wahsyi bin Harb budaknya Hindun membunuh Hamzah dengan membidikkan panahnya tepat mengenai dada beliau. Seketika Hamzah tersungkur tak berdaya.

Konon Wahsyi dilatih secara khusus oleh Hindun disiapkan untuk membunuh Sayyidina Hamzah, paman kesayangan Rasulullah Saw. 

Hindun sangat dendam kepada Sayyidina Hamzah. Hingga saat kematian Hamzah, Hindun datang dan membelah dada Hamzah, lalu mengambil hatinya dan dikunyah mentah-mentah olehnya.

Kepergian sayyidina Hamzah membuat Rasulullah Saw sangat terpukul. Bahkan dalam sebuah riwayat diterangkan beliau menangis ketika melihat jasad Hamzah.

Berat bagi Rasullullah Saw untuk memaafkan Wahsyi, meski saat ia memeluk Islam Rasulullah sendiri yang menerima baiat nya. Karena setiap melihat Wahsyi kenangan wajah Hamzah selalu teringat oleh beliau.

“Sehingga setelah masuk Islam, Rasulullah Saw meminta kepada Wahsyi untuk pindah tempat tinggal ke kota lain. Begitu dalamnya perasaan Rasullullah terhadap kematian Hamzah. Namun begitu Rasulullah dapat memaafkan Wahsyi,”

Sebenarnya Rasullullah Saw berat memaafkan Wahsyi namun beliau mampu melakukannya. Dan pahala memaafkan orang lain sangat lah besar.

Satu hari, setelah mengerjakan shalat berjamaah, Rasulullah Saw duduk-duduk bersama para sahabatnya, saat itu beliau berkata kepada para sahabat, “sebentar lagi akan datang seseorang ahli surga, ia dijamin oleh Allah SWT masuk surga,”

Tidak lama kemudian datang seorang pria dan masuk ke dalam masjid, mengerjakan shalat dan langsung berlalu ketika dia selesai melakukannya.

Esok harinya, Rasulullah juga mengatakan hal yang sama, dan kemudian datang seorang pria yang sama. Peristiwa ini terjadi sampai 3 kali berturut-turut.

Ucapan Rasulullah Saw tersebut ternyata mengundang rasa ingin tahu seorang sahabat, amalan apa yang dikerjakannya hingga ia dijamin masuk surga oleh Rasulullah Saw.

Kemudian ia pun mendatangi rumah pria yang dikatakan telah dijamin masuk surga tersebut. Lalu ia mengetuk rumah pria tersebut, dan saat sudah dibuka ia berkata saat ini sedang ada sedikit masalah dengan ayahnya dan berjanji tidak ingin menemui ayahnya.

Kemudian ia meminta izin untuk menginap di rumah pria tersebut selama 3 hari. Lantas pemilik rumah tersebut pun mengizinkan dirinya menginap di rumah orang yang disebut Rasul sebagai ahli surga.

Baca Juga: Ustadz Yusran Hadi: Mencintai Rasulullah Kewajiban Setiap Muslim

Selama menginap sahabat Rasulullah itu memerhatikan setiap perbuatan pria tersebut. Namun ia tidak menemukan satu ibadah istimewa yang dilakukan pria tersebut. 

Bahkan shalat malam saja pria tersebut jarang melakukan. Tidak pula puasa pada Senin atau Kamis.

Setelah menginap selama 3 hari sahabat itu pamit ingin pulang. Sebelumnya ia menceritakan pula maksud kedatangannya dan menginap. 

Ia juga menjelaskan sebetulnya tidak sedang bertengkar dengan ayahnya. “Saya hanya ingin mengetahui kenapa Rasulullah selalu mengatakan bahwa engkau mendapat jaminan masuk surga oleh Rasulullah Saw,”

“Sesungguhnya saya bermaksud untuk mengetahui adakah ibadah atau amalan khusus apa yang engkau dilakukan?,” ucap Ilham Maulana menirukan perkataan sahabat nabi itu.

Kemudian pria tersebut berkata, “Aku memang tidak punya amalan khusus, hanya saja aku selalu berusaha memaafkan mereka yang telah menzalimiku baik sengaja maupun tidak sengaja kepada semua orang,”

Dalam kehidupan bermasyarakat, sebetulnya ini sangat penting dan sifat-sifat tersebut sangat diperlukan. Seringkali kita gampang marah ketika ada sesuatu. Kita tidak mampu mengelola emosi dengan tepat. 

“Oleh sebab itu dengan ayat ini kita kemudian dapat menjadi orang baik dengan tidak gampang marah, akan tetapi justru gampang memaafkan,” demikian Ustadz Ilham Maulana.***