PIKIRANACEH.COM – Sudah sepantasnya kita mengingatkan diri sendiri dan umat Islam agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Nasehat tersebut disampaikan oleh Dr Tgk Syukri Yusuf Lc MA saat memberikan khutbah jumat di Masjid Babul Maghfirah Tanjong Seulamat, Jumat (20/10/2023).
Dalam khutbahnya itu Tgk Syukri mengulas tentang bagaimana kondisi umat Islam saat ini dan kehidupan pada akhir zaman.
Baca Juga: Arti Ayat As-Saffat yang Ditemukan di Puing-puing Masjid Kota Gaza: Kemenangan
Kemudian ia mengutip sebuah hadis, Rasulullah SAW telah bersabda, ”akan terjadi masa di mana umat-umat di luar Islam berkumpul di samping kalian, wahai umat islam. Sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang menyantap hidangan.”
Lalu, seorang sahabat bertanya, ”Apakah kami pada saat itu sedikit, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Tidak. Bahkan, ketika itu, jumlah kalian banyak. Akan tetapi, kalian ketika itu bagaikan buih di lautan.
Ketika itu, Allah hilangkan dari musuh-musuh kalian rasa segan dan takut terhadap kalian dan kalian tertimpa penyakit wahn.”
Sahabat tadi bertanya lagi, ”Wahai Rasulullah, apa yang baginda maksud dengan wahn itu?” Rasulullah menjawab, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).
Jika kita analogikan umat Islam bagaimana kondisi umat Islam sebagai disampaikan oleh Baginda Rasulullah di atas.
Ibarat ada makanan yang dihidangkan di atas sebuah meja makan, sedangkan di sekeliling meja sudah ada orang yang duduk untuk menyantapnya. Baik di samping kiri, kanan, muka, dan belakang tidak ada lagi tempat untuk bergeser.
“Begitulah kondisi umat Islam saat itu berdasarkan hadis nabi. Dan sudah pasti nabi tidak berbohong,” ucap Tgk Syukri.
Nah apakah zaman itu sudah kita rasakan ini? Dimana umat Islam sudah dijangkiti ‘wahn’ yakni sifat (penyakit) mencintai dunia, jabatan, dan takut akan kematian.
Bila kita melihat apa yang saat ini terjadi di Palestina. Yahudi Israel yang menggempur Palestina dan membumihanguskan Gaza, bahkan cenderung kepada upaya pembersihan (genosida). Namun umat Islam dan pemimpin negara Islam justru hanya menonton saja.
Maka rasa-rasanya perkataan Rasulullah Saw sudah nyata terjadi. Pemimpin negara Islam tidak berani, takut kepada Amerika.
Untuk diketahui, Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer dan lebar antara 12 kilometer yang dihuni oleh populasi sekitar ±2 juta jiwa. Bentuk Gaza ini seperti semenanjung yang memanjang atau disebut jalur Gaza.
“Israel terus membombardir Gaza yang sempit itu. Bahkan mereka menjatuhkan bom fosfor putih yang dilarang di dunia internasional karena efek merusaknya yang dahsyat pada korban. Jika terkena udaranya saja bisa membuat kulit melepuh,” ujar Tgk Syukri.
“Rusia saja tidak berani menggunakan bom itu dalam perang Ukraina. Tetapi Yahudi melakukannya untuk membunuh kaum muslim Palestina,” tambahnya.
Tgk Syukri melanjutkan, dengan luas yang begitu sempit namun didiami oleh 2 juta orang atau hampir separuh jumlah rakyat Aceh dengan daerah yang lebih luas, maka jalur Gaza menjadi daerah yang sangat padat. Sebab itu ketika Israel menyerang Gaza maka korban yang jatuh bisa ratusan jiwa.
Diperintahkan orang-orang untuk keluar Gaza dan eksodus. Setelah orang-orang Palestina berkumpul dan keluar dari Gaza, mereka pun digempur oleh Israel sehingga korban yang berjatuhan cukup banyak.
Gaza itu seperti penjara, tidak ada pintu keluar masuk dengan leluasa. Pintu masuk melalui Israel dan itu ditutup tidak diperbolehkan masuk. Sedangkan jalur laut juga dijaga dengan ketat. Gaza dikelilingi dengan tembok.
Sementara pintu masuk melalui darat satu-satunya hanyalah dari Negara Mesir. Itupun tidak dibuka, bahkan ratusan truk bantuan dari orang-orang Islam dan negara Islam untuk Palestina tertahan di negara itu.
Begitulah keadaannya, sedangkan kita sebagai saudara sesama Islam dalam kondisi lemah, tinggal di Negara Indonesia tidak mampu membantu.
Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw, meskipun jumlah umat Islam banyak namun mereka dalam kondisi yang tidak memiliki kekuatan, tidak berkualitas ibarat sampah di lautan, seperti buih yang terombang-ambing di bawa arus.
Tidak saling membantu, dan tidak saling menguatkan. Justru sebaliknya, saling menjatuhkan satu sama lain.
Baca Juga: 4 Penyebab Hancurnya Agama dan Negara
Atau akankah kaum Yahudi di dunia berkumpul di Israel kemudian umat Muslim memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon.
Sampai batu dan pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian) karena termasuk pohon Yahudi.”
Apakah masa itu sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah Saw telah tiba atau ini adalah proses awal menuju kearah sana? Semoga saja hal itu tidak terjadi atau bisa pula akan terjadi pada generasi kita yang akan datang.
Namun apa yang dikatakan Rasulullah Saw sudah pasti benar dan pasti terjadi. Karena Rasulullah tidak berbohong.
“Maka marilah kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar kaum muslimin diberikan kemenangan dan Palestina akan mendapatkan pertolongan dan perlindungan Nya,” tandasnya.
Pada akhir khutbahnya, Dr Tgk Syukri Yusuf Lc MA menutup dengan sebuah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Alquran berikut ini
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.
Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120).***












