Politik

Ratusan Orang Syahid dalam Serangan di Kamp Jabalia

47
×

Ratusan Orang Syahid dalam Serangan di Kamp Jabalia

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Serangan besar-besaran terhadap kamp pengungsi Jabalia hari ini adalah yang terbesar dari pemboman yang terjadi di bagian utara Jalur Gaza.

Suara jet perang, misil, dan asap yang mengepul dari langit. Suara tank yang terus ditembaki masih terdengar jelas.

Situasi di Rumah Sakit Indonesia yang berdekatan dengan lokasi menghadapi kekurangan bahan bakar. Para pasien dan korban luka berada di lantai rumah sakit karena tidak tersedia tempat tidur yang cukup untuk menampung sejumlah besar korban.

Sementara itu juga, rumah sakit kekurangan obat-obatan, staf medis dan semua sumber daya medis. Mustahil bagi tim medis untuk melaukan operasi dan menyelamatkan korban luka yang dibawa ke sana.

Mengutip Al Jazeera, Ahmad al-Kahlout, direktur pertahanan sipil Gaza, telah memohon bantuan internasional untuk menyediakan bahan bakar ke rumah sakit yang kelebihan beban setelah serangan Israel terbaru menewaskan dan melukai ratusan orang di kamp pengungsi Jabalia.

Baca Juga: DPR Aceh Minta Presiden Jokowi Copot Achmad Marzuki

“Tempat tidurnya tidak cukup, korban tewas dan luka tergeletak di lantai. Kami dapat menjamin pengobatan untuk siapa pun. Tanpa bahan bakar, operasional kami akan terhenti total. Pasien perawatan intensif, pasien ginjal semuanya akan kehilangan nyawa. Dunia menandatangani surat perintah kematian terhadap orang-orang ini,” kata al-Kahlout kepada Al Jazeera (31/10/2023).

Direktur RS Indonesia di Gaza mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan di kamp pengungsi Jabalia.

“Lebih dari 50 orang telah tewas sejauh ini,” kata Atef al-Kahlout kepada Al Jazeera, menambahkan bahwa rumah sakit belum dapat memberikan jumlah total korban karena masih menghitung jumlah korban.

“Rumah sakit akan berhenti bekerja sepenuhnya besok malam karena kekurangan bahan bakar,” katanya memperingatkan.

Namun update terbaru sumber medis Palestina menyatakan, sebanyak 100 orang syahid dan 400 orang terluka tiba di rumah sakit Indonesia, sementara puluhan lainnya dilaporkan berada di bawah reruntuhan.***