PIKIRANACEH.COM – Ratusan pengungsi Rohingya atau ‘manusia perahu’ kembali masuk wilayah Kabupaten Bireuen.
Kali ini manusia perahu tersebut mendarat di kawasan pesisir Gandapura Kabupaten Bireuen, pada Minggu 19 November 2023 sekitar pukul 02.15 WIB
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan etnis Rohingya itu, usai diturunkan di pesisir pantai langsung berhamburan masuk kampung dan duduk di depan rumah warga.
Para pengungsi Rohingya terdiri dari kaum ibu, anak anak dan laki laki.
Ada dua kelompok pengungsi etnis Rohingya, satu kelompok diketahui singgah di depan salah rumah warga Desa Lhok Mambang, Gandapura Bireuen.
Sedangkan kelompok kedua sudah berada di meunasah Samuti Makmur.
Pengungsi etnis Rohingya tersebut Diduga diturunkan di kawasan pesisir desa itu yang berjarak lebih kurang sekitar 1 km.
Para pengungsi Rohingya itu umumnya anak anak usia dibawah 12 tahun, ada balita, kaum ibu dan juga remaja putri.
Di Aceh Timur, 35 Imigran Rohingya Diamankan dari Sebuah Truk Tanpa Nomor Polisi
Puluhan imigran etnis Rohingya asal Myanmar diamankan dari sebuah truk di Kabupaten Aceh Timur.
Pengungsi Rohingya tersebut diamankan usai dilaporkan mendarat dari sebuah kapal di kawasan pantai di Kecamatan Madat, pada Minggu 19 November 2023.
Berdasarkan informasi diperoleh, menyebutkan, ada sebanyak 35 imigran Rohingya yang diamankan.
Mereka diduga diamankan dalam sebuah truk kuning yang ditutupi terpal tanpa nomor polisi.
Saat ini, para imigran itu telah dievakuasi ke Idi Sport Center (ISC) Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Sebanyak 35 imigran etnis Rohingya itu terdiri 18 orang laki-laki serta 17 orang perempuan dan anak-anak.
Salah seorang imigran Rohingya Jalaluddin mengatakan, awalnya mereka dibawa menggunakan kapal berbendera Bangladesh menuju khusus ke Indonesia.
Jalaluddin menyebutkan, kami sudah empat hari di laut, sebelum diturunkan.
“Kami sempat diturunkan di Aceh Utara, tetapi karena ditolak kemudian diturunkan di Madat tadi malam,” ujarnya.
220 Imigran Rohingya Kembali Masuk ke Perkampungan di Kabupaten Pidie
Sebanyak 220 etnis rohingnya kembali berlabuh di wilayah Kabupaten Pidie, kali ini mereka langsung masuk ke perkampungan dan singgah di mushala Gampong Kulee Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Aceh.
“220 etnis Rohingya diketahui warga sekitar pukul 03.00 WIB, sudah berada di pekarangan meunasah (mushala),” kata Camat Batee Ihsan, di Pidie, Minggu.
Ihsan merincikan, adapun 220 orang pengungsi Rohingya itu diantaranya lelaki dewasa berjumlah 68 orang, perempuan dewasa 79 orang dan anak-anak 73 orang.
Ratusan pengungsi Rohingya yang dibawa dengan kapal motor tersebut saat ini masih berada di Meunasah, dan sedang dilakukan pendataan oleh pihak keamanan serta IOM dan UNHCR.
“Saat ini banyak anak-anak yang terlihat lemas, dan sudah diberikan pertolongan obat-obatan serta bantuan makanan,” ujar Ihsan.
Sementara Keuchik Gampong Kulee, Tengku Muhammad mengatakan dirinya tidak mengetahui dari mana mereka jalan sehingga bisa sampai ke perkampungan.
“Tiba-tiba warga melihat, etnis Rohingya sudah ada di pekarangan meunasah dan beristirahat di sana,” kata Tengku Muhammad.
220 imigran Rohingya itu merupakan rombongan ketiga yang mendarat di Pidie, setelah sebelumnya dua kapal yang mengangkut 347 orang telah dievakuasi kuasai pemerintah setempat ke tempat penampungan sementara.
Sebagai informasi, dalam pekan ini Aceh telah didatangi ratusan pengungsi Rohingya. Pertama pada Selasa 14 November di pesisir pantai Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie 200 orang, enam diantaranya melarikan diri.
Sehari setelahnya, Rabu 15 November sebanyak 147 imigran Rohingya kembali mendarat di kawasan pantai Beurandeh Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.
Etnis Rohingya yang datang dari dua gelombang ke Pidie tersebut telah ditampung di kamp Yayasan Mina Raya Gampong Leun Tanjung Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie, Aceh. ***












