Politik

Semarak Hardiknas 2026, Kemenag Bireuen Apresiasi ASN Tangguh dan Guru Literatif

64
×

Semarak Hardiknas 2026, Kemenag Bireuen Apresiasi ASN Tangguh dan Guru Literatif

Share this article


PIKIRANACEH.COM | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bireuen berlangsung semarak dan penuh makna. Kegiatan yang digelar di Gedung Hj. Fauziah Convention Hall, Cot Gapu, Selasa (28/4/2026), menjadi momentum yang sangat bersejarah dan memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.


Acara ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, dan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, pejabat pemerintah daerah, pimpinan lembaga pendidikan, serta para tamu undangan lainnya. Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Azhari menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Madrasah diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi secara bertahap guna meningkatkan kualitas pembelajaran.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Drs. Zulkifli menegaskan bahwa pendidikan harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang berdampak jangka panjang, baik bagi kemajuan agama maupun masyarakat di Kabupaten Bireuen.
“Madrasah hebat bukanlah yang sekadar mengikuti zaman, tetapi yang mampu membentuk zaman. Madrasah harus menjadi pusat inovasi dan melahirkan generasi unggul,” ujarnya.


Momentum puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada ASN tangguh sebagai bentuk apresiasi tinggi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam dunia pendidikan. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh bersama Bupati Bireuen.

Dalam suasana penuh haru dan bangga, penghargaan ini menjadi simbol penghormatan kepada para “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yang telah melampaui batas panggilan tugas, menghadirkan inovasi, serta menunjukkan dedikasi tanpa lelah dalam mencerdaskan generasi bangsa. Rangkaian acarah lebih semarak dengan diselenggarakan seminar Digital Madrasah, Louncing Madrasah Unggul, dan penanaman pohon waqaf produktif.


Pada kesempatan tersebut, Wardah, guru MIN 8 Bireuen sekaligus penulis dari Forum BERLIAN dan Rangkang Guree Meurunoe, menyerahkan langsung buku karya guru-guru se-Aceh kepada Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si yang berjudul “Lompatan Menuju Pulih: Kumpulan Permainan Tradisional” Penyerahan buku ini sekaligus menjadi simbol upaya pengembangan literasi berbasis kearifan lokal. Buku ini merepresentasikan proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, yang dikemas secara edukatif melalui pendekatan permainan tradisional Aceh. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman bencana tidak hanya didokumentasikan sebagai peristiwa, tetapi juga diolah menjadi media pembelajaran yang kontekstual, humanis, dan relevan bagi peserta didik.


Ketua Forum BERLIAN Kabupaten Bireuen, Asniati, S.Ag, MA, menyampaikan apresiasi atas capaian para guru. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya mampu mendidik di kelas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban melalui karya tulis.“Buku adalah rekam jejak intelektual abadi. Jika ingin siswa literat, maka guru harus menjadi teladan dalam berliterasi,” ujarnya.

Founder komunitas Rangkang Guree Meurunoe, Indra Mafrdiani, M.Pd, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas penghargaan yang diberikan. Ia berharap semoga penghargaan ini menjadi cahaya penyemangat bagi seluruh anggota Rangkang Guree Meurunoe untuk terus berkarya dan menginspirasi. Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga penggerak perubahan bagi masa depan generasi bangsa,” ujarnya.Ia juga mengajak para guru untuk terus belajar dan berinovasi. “Jangan pernah lelah untuk belajar, menulis, berinovasi, dan menghadirkan pendidikan yang bermakna bagi peserta didik. Prestasi hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melahirkan karya yang lebih besar di masa mendatang,” tambahnya.

Peringatan Hardiknas 2026 diharapkan menjadi momentum awal dalam memperkuat gerakan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing di Kabupaten Bireuen, sekaligus menjadi landasan strategis dalam menyongsong pengembangan pendidikan di era Society 5.0, yang menekankan integrasi antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.

“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semu