Politik

Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya

49
×

Awas Terinfeksi Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak Hidup di Air Tawar, Kenali Gejalanya

Share this article

ACEHUPDATE.COM | Naegleria fowleri adalah protista yang hidup di air tawar yang hangat, bersuhu dari 25-35 derajat celcius. Ameba ini masuk kedalam grup Percolozoa atau Heterolobosea. Naegleria fowleri dapat menyerang sistem saraf manusia meskipun jarang terjadi, infeksi hampir selalu menyebabkan kematian terhadap korban.

Naegleria fowleri tidak menular dari manusia ke manusia. Melainkan melalui aktivitas yang berkaitan dengan air. Misalnya, berenang di air tawar atau di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau membersihkan hidung menggunakan air keran yang terkontaminasi Naegleria fowleri.

Infeksi amoeba pemakan otak belakangan disebut sebagai infeksi berbahaya dan mirip dengan gejala meningitis. Di mana indikasinya berupa sakit kepala, demam, muntah, sulit bicara, kaku di bagian leher, hingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

Perlu diketahui amoeba adalah organisme bersel satu yang berkembang biak dengan cara membelah diri. Amoeba dapat ditemukan di tempat-tempat seperti perairan dengan suhu hangat. Dari berbagai jenis amoeba yang hidup di perairan, hanya satu jenis amoeba yang dapat menginfeksi manusia, yaitu amoeba pemakan otak atau Naegleria fowleri.

Amoeba pemakan otak tidak secara harfiah memakan otak manusia. Namun, jenis amoeba ini dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pada otak hingga menyebabkan kematian. Lantas apa itu amoeba pemakan otak dan bagaimana gejala serta penyebarannya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Amoeba pemakan otak atau Naegleria fowleri adalah organisme bersel satu yang hidup secara bebas di tanah dan perairan, seperti sungai air tawar, danau, dan sumber mata air panas. Seperti halnya jenis amoeba lain, organisme ini memiliki ukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop.

Salah satu karakteristik Naegleria fowleri adalah tahan terhadap suhu tinggi (termofilik). Karenanya, mikroorganisme ini dapat berkembang dengan baik di tubuh manusia dan lingkungan air hangat, terutama pada suhu 46 derajat Celcius.

Amoeba pemakan otak dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan infeksi otak atau Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM). Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa berujung pada kematian.

Penyebab infeksi amoeba pemakan otak adalah amoeba Naegleria fowleri. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi manusia melalui saluran hidung, yang kemudian menuju otak melalui saraf di area indra penciuman. Apabila telah menginfeksi jaringan otak, amoeba ini dapat membelah diri dan merusak lebih banyak jaringan otak yang umumnya berakibat fatal.

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Naegleria fowleri apabila sering berenang di perairan air tawar seperti sungai atau danau.

Gejala infeksi Naegleria fowleri pada tahap awal hampir mirip dengan penyakit meningitis bakteri. Gejala ini akan muncul 1-12 hari setelah penderita pertama kali terpapar amoeba. Beberapa gejala awal yang ditimbulkan adalah demam, nyeri kepala, mual, dan muntah. Seiring berjalannya waktu, amoeba di dalam tubuh semakin berkembang sehingga gejala-gejala yang muncul akan semakin parah, seperti:

-Leher kaku. 

-Rasa kantuk yang berlangsung    terus-menerus.

-Nyeri kepala hebat dan datang secara tiba-tiba. 

-Penurunan fungsi indra pengecap dan penciuman.

-Sensitif terhadap cahaya.

-Sulit berkonsentrasi. 

-Kehilangan keseimbangan.

-Gangguan kesadaran hingga koma.

-Kejang. 

-Halusinasi.

Gejala-gejala di atas menandakan bahwa penyakit akibat infeksi Naegleria fowleri telah berkembang dengan sangat cepat dan berpotensi menyebabkan kematian dalam waktu 1-18 hari setelah timbulnya gejala tersebut.

Sebelum melakukan diagnosis pada pasien, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala serta riwayat kesehatan dan perjalanan sebelumnya. Pasien diharapkan memberi tahu dokter apabila baru saja berenang, baik di kolam atau sungai.

Dikarenakan gejala yang hampir mirip dengan meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal dengan mengambil sampel untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi ada atau tidaknya Naegleria fowleri.

Apabila dibutuhkan pemeriksaan penunjang, dokter akan merekomendasikan pasien menjalani tes pencitraan seperti, CT Scan dan MRI. Tujuannya adalah melihat gambaran jaringan otak secara lebih detail.

Naegleria fowleri tidak menular dari manusia ke manusia, melainkan melalui aktivitas yang berkaitan dengan air. Misalnya, berenang di air tawar atau di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau membersihkan hidung menggunakan air keran atau air ledeng yang telah terkontaminasi Naegleria fowleri.

Perlu diketahui, Amoeba Naegleria fowleri berkembang biak dengan sangat baik di dalam lingkungan air tawar yang hangat. Dengan berenang di air tawar yang terkontaminasi, risiko akan masuknya Naegleria fowleri melalui hidung pun meningkat. Kemudian, amoeba yang berhasil masuk ke jaringan hidung ini dapat bergerak menuju otak dan merusak jaringan otak sehingga menyebabkan infeksi otak berat (primary amebic meningoencephalitis).

Selain itu, Naegleria fowleri juga bisa hidup dan berkembang biak di dalam air keran. Sehingga amoeba pemakan otak akan lebih banyak berisiko pada orang yang membersihkan hidung dengan air keran yang telah terkontaminasi. Perlu diketahui, Naegleria fowleri tidak akan menginfeksi manusia apabila air yang terkontaminasi terminum.

Meski kemungkinannya kecil, namun risiko terinfeksi amoeba jenis ini akan meningkat pada orang yang berenang di kolam renang dengan kadar klorin rendah atau bahkan tidak mengandung klorin sama sekali.

Amoeba Naegleria fowleri sensitif terhadap jenis desinfektan seperti klorin. Oleh karena itu, risiko terinfeksi Naegleria fowleri sangatlah kecil apabila berenang di kolam renang dengan standar kebersihan yang baik.

Mengobati Amoeba Pemakan Otak. Dikarenakan progres infeksi yang terbilang cepat, tidak banyak orang yang dapat bertahan hidup saat terinfeksi Naegleria fowleri. Itulah mengapa diperlukan penanganan dengan cepat untuk menghindari penyebaran infeksi dan mencegah komplikasi.

Beberapa pengobatan yang biasanya dilakukan adalah pemberian kombinasi obat yang biasanya meliputi amphotericin B, azithromycin, fluconazole, rifampin, dexamethasone dan miltefosine yang dapat diberikan melalui suntikan di pembuluh vena atau saraf tulang belakang.

Miltefosine merupakan obat terbaru yang terbukti dapat membunuh amoeba parasit, termasuk Naegleria fowleri, serta dapat mengurangi pembengkakan otak akibat infeksi oleh amoeba tersebut.

Mencegah Amoeba Pemakan Otak. Pencegahan infeksi Naegleria fowleri dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini: 

-Hindari berenang di danau atau sungai air tawar yang bersuhu hangat.

-Menutup hidung saat menyelam atau melompat ke perairan segar yang hangat. 

-Hindari menyentuh benda padat saat berenang di air tawar yang dangkal. +Pastikan menggunakan air bersih saat akan membasuh atau membersihkan hidung.

Amoeba pemakan otak adalah mikroorganisme yang membahayakan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, tidak banyak penderita yang mampu bertahan dari infeksi mikroorganisme ini. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menggunakan air yang sudah terjamin kebersihannya. Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter  untuk mengetahui penyebab sehingga bisa mendapatkan pengobatan secara tepat.

Jadi, jika Anda memutuskan untuk berenang ke sungai atau danau yang hangat, pastikan untuk memakai sumbat hidung.***

sumber: dari berbagai sumber medic