Politik

Dampak BSI Eror, Sejumlah Pengusaha SPBU di Aceh Gagal Tebus Minyak ke Pertamina

75
×

Dampak BSI Eror, Sejumlah Pengusaha SPBU di Aceh Gagal Tebus Minyak ke Pertamina

Share this article

PIKIRANACEH.COM| Banda Aceh – Akibat layanan sistem dari Bank Syariah Indonesia (BSI) masih eror dan belum dapat diakses sepenuhnya hingga saat ini, sejumlah Pengusaha SPBU hingga LPG di Aceh tidak bisa melakukan pembelian minyak dan gas ke Pertamina.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin. Noerdin menyayangkan aplikasi BSI mobile yang masih eror hingga saat ini.

“Saat eror layanan BSI, di Aceh tidak ada solusi bagi pemilik SPBU untuk melakukan penebusan minyak ke Pertamina, ini sangat mengecewakan,” ucapnya kepada tim Pikiran Aceh pada Selasa, 9 Mei 2023 di Banda Aceh.

Baca Juga: Bank BSI Error, Ini Pendapat Ekonom Aceh

Hal tesebut disampaikan Nahrawi Noerdin setelah dirinya beserta sejumlah pengusaha SPBU lainnya di Aceh gagal melakukan penebusan pembelian minyak dan LPG ke Pertamina melalui BSI yang dilakukan melalui pembayaran dengan transfer dana.

“Kalau BSI eror sistemnya seperti ini, bisa kosong bahan bakar minyak di seluruh SPBU di Aceh, karena kita tidak bisa menarik dan mentransfer uang penebusan BBM di Pertamina,” ujar Noerdin Nahrawi.

Nahrawi juga mengatakan, sebelum BSI terbentuk, transaksi penebusan minyak oleh pemilik SPBU bisa dilakukan dari sejumlah bank karena ada sistem di setiap bank dengan nama host to host.

Namun, saat sistemnya kini hanya ada di satu bank yaitu BSI, maka ketika terjadi layanan eror seperti sekarang ini, maka secara otomatis semua transaksi di Aceh terhambat.

Baca Juga: Transaksi BSI Error, Pihak Bank Syariah Indonesia Berikan Tips Agar Uang Tetap Aman

“Kondisi seperti ini bisa menjadi pelajaran dalam mengambil kebijakan, seharusnya ada bank konvensional lain satu di Aceh yang memiliki sistem host to host, jadi ada solusi saat satu bank eror,” katanya.

Selain itu, Nahrawi Noerdin juga mengaku hingga saat ini pelayanan bank syariah di Aceh masih cukup jauh dari harapan, terutama bagi kalangan dunia usaha.

Jika kondisi ini terus berlarut, lanjut Nahrawi, wilayah Aceh akan menjadi daerah terisolir secara nasional dan internasional dalam urusan transaksi keuangan.

“Akses dan layanan keuangan yang bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia, tapi tidak bisa dinikmati di Aceh. Itu cukup besar pengaruhnya bagi dunia usaha dan perekonomian Aceh,” demikian kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Nahrawi Noerdin.

Berdasarkan pantauan tim Pikiran Aceh, hingga saat ini, layanan BSI masih eror dan belum dapat diakses oleh penggunanya.***