Politik

Kisah Adhara Anak Meksiko Pengidap Autis Miliki IQ di Atas Albert Einstein

76
×

Kisah Adhara Anak Meksiko Pengidap Autis Miliki IQ di Atas Albert Einstein

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Seorang anak perempuan berusia sebelas tahun dari Mexico City diklaim punya prestasi yang luar biasa dengan IQ tinggi.

Anak perempuan tersebut bernama Adhara Perez Sanchez yang berhasil memperoleh gelar Master di usia yang sangat belia.

Baca Juga: DKKP Putuskan KIP Aceh Utara Tidak Melanggar Kode Etik Terkait Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan

Setelah dilakukan serangkaian pengujian, ternyata Adhara memang punya IQ di atas rata-rata. IQnya bahkan diklaim lebih tinggi daripada dua ilmuwan terkenal beda zaman, Albert Enstein dan Stephen Hawking.

Pengujian IQ pada Adhara mendapatkan hasil nilai 162, sedangkan IQ yang dimiliki Albert Einstein maupun Stephen Hawking tercatat berada pada nilai 160.

Sebuah media asal Perancis MarieClaire dikutip 12 Mei 2023, bahkan sempat melaporkan, dengan IQ setinggi itu Adhara ingin bekerja di Badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat NASA.

Adhara kecil tidak tumbuh layak dalam lingkungan yang sehat, karena pada usia tiga tahun dirinya didiagnosa menderita sindrom asperger.

Sindrom asperger adalah sebuah kondisi pada spekrum autisme. Orang yang menderita sindrom asperger ini akan mengalami gangguan yang berpengaruh terhadap kemampuan sosialnya dan tidak bisa berkomunikasi secara efektif.

Akibat menderita sindrom penyebab autis ini, Adhara sering dibully oleh orang lain. Bahkan teman-teman dan gurunya di sekolah juga melakukan hal yang sama. Mereka menganggap Adhara sebagai anak yang aneh.

Nayeli Sanchez ibu dari Adhara mengatakan, dari berbagai kejadian serupa Adhara mulai mengucilkan diri dan tidak mau bermain dengan teman sekelasnya.

Disaat Adhara harus sekolah, maka dia akan merasa tertekan, tidak tenang, tidak bisa tidur, bahkan tidak ingin melakukan kegiatan apapun.

Nayeli Sanchez sang ibu sempat merasa bingung, karena di satu sisi anaknya mengalami autisme sedangkan di sisi yang lain dia menyadari bahwa Adhara juga sangat berbakat.

“Dia sangat tertekan, orang tidak memiliki empati, mereka mengolok-oloknya,” kata ibu Adhara, Nayeli Sánchez, seperti dikutip dari Media Perancis MarieClaire.

Baca Juga: AC Milan Mengamankan Asetnya dari Bidikan Beberapa Club Top Eropa

Nayeli Kemudian mencari cara untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan berbagai terapi dan mendaftarkan Adhara ke Center for Attention to Talent (CEDAT).

CEDAT merupakan sekolah yang memang diperuntukkan khusus bagi anak anak berbakat dengan hasil tes IQ yang tinggi.

Dengan kecerdasan yang dimilikinya, Adhara berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di usia lima tahun, sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA masing masing diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Adhara juga sempat mendapat undangan resmi berkunjung ke NASA di Johnson Space Center Texas, untuk belajar ilmu astronomi di University of Arizona.

Untuk saat ini Adhara telah memperoleh gelar dari dua Universitas ternama di Mexico, yaitu gelar dalam bidang sistem teknik dari Universitas CNCI, dan gelar dalam bidang teknik industri dengan spesialisasi matematika dari Universitas Teknologi Meksiko.

Perjuangan Adhara untuk mencapai mimpinya yang sekarang memang tidak mudah. Keteguhannya telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Salah satu bukti kepeduliannya memotivasi orang lain adalah dengan menulis buku tentang pengalaman hidupnya yang berjudul Don’t Give Up.

Baca Juga: Ini 3 HP Nokia RAM 12GB dengan Teknologi Super Canggih, Berikut Spesifikasinya

University of Arizona sangat tertarik dengan kejeniusan Adhara dan menawarinya untuk belajar astrofisika disana. Tapi sayang, kesempatan itu terpaksa ditunda karena permasalahan visa.

Menjelajahi luar angkasa, dan planet Mars menjadi salah satu tujuan utama yang ingin dia kunjungi. Keinginannya yang utama adalah menjadi ilmuwan muda pertama sekaligus menjadi orang autis pertama yang bisa terbang ke luar angkasa.***