PIKIRANACEH.COM – Sepakbola adalah olahraga yang tak bisa dibilang aman. Banyak kejadian yang membuat para pemain pada akhirnya terluka.
Sebab di sepakbola sendiri benturan badan, tekel adalah hal yang sering terjadi dan sulit untuk dihindari.
Bahkan terkadang kontak fisik seperti tekelan sangat dibutuhkan untuk merebut bola dari lawan. Namun, akibat tekelan ada yang sampai mencelakai sang pemain.
Seperti yang dialami Akhirul Wadhan Pesepak bola profesional mengalami patah tulang kaki saat mengikuti Laga Antar Kampung (tarkam) di Aceh pada Kamis 18 Mei 2023.
Akibat peristiwa itu, Mantan pemain Persiraja di Liga 1 2021/2022 dan PSDS Deli Serdang di Liga 2 musim lalu, Akhirul Wadhan saat ini harus terbaring di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Kota Banda Aceh.
Akhirul Wadhat harus menjalani operasi kaki kanannya pada Kamis 18 Mei 2023.
Akhirul mendapat tekel horor dari Ikhsan Aiyub saat menggiring bola dalam final turnamen tarkam di Stadion Krueng Mane, Aceh Utara pada Rabu 17 Mei 2023 sore.
Kaki striker PON Aceh 2021 itu patah di tulang kering seperti terlihat dalam video yang beredar luas di media sosial.
Mantan pemain Persiraja di Liga 2 2022/2023, Ikhsan Aiyub yang saat itu memperkuat Remaja Muara Batu, Aceh Utara secara brutal menekel kaki Akhirul Wadhan saat sedang menguasai bola.
Sedangkan Akhirul Wadhan bermain untuk Putra Kuta Blang FC, Bireuen.
Usai insiden tersebut, Akhirul Wadhan langsung diboyong ke rumah sakit setempat. Setelah mendapat pertolongan medis, Kamis 18 Mei 2023 mantan pemain PON Aceh tahun 2020 di Papua itu dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.
Rekan setimnya, Reza Rizki yang juga pemain PSCS Cilacap asal Aceh menyebut, setelah operasi di Banda Aceh.
Rencananya Akhirul akan berobat ke Jakarta untuk terapi pemulihan. “Habis operasi di Banda Aceh, Akhirul Wadhan akan terapi di Jakarta. Biaya akan ditanggung sama tim,” kata Reza.
Di rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu, Akhirul Wadhan menjalani operasi kaki kanannya. Ia masuk ke ruang operasi dengan diantar langsung oleh anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky pada Kamis sore.
“Akhirul Wadhan jalani operasi jam 4 sore tadi,” kata Iskandar.
Politikus Partai Aceh itu mengecam tindakan brutal Ikhsan Aiyub di lapangan sepak bola.
Ia berharap insiden yang dialami Akhirul Wahdan tak terulang lagi di masa mendatang.
“Ini catatan buram sepak bola Aceh, kita harus memberi sanksi tegas terhadap pemain berperilaku buruk, Akhirul itu generasi kami di Peureulak, Aceh Timur,” katanya.
Dalam video yang diunggah di berbagai media sosial seperti @terangmedia.
Kaki Akhirul Wadhan terlihat jelas patah bambu setelah di tekel dan terpaksa ia tidak dapat melanjutkan pertandingan dan harus mendalami perawatan yang cukup lama.
Akibat insiden itu, Akhirul Wadhan terpaksa harus istirahat dan karir sepak bolanya untuk sementara waktu berhenti.
Setelah insiden tersebut, suasana pertandingan jadi ricuh mengingat pertandingan antar kampung atau tarkam.
Aksi tak terpuji Ikhsan Aiyub juga mendapat respons beragam dari netizen, termasuk dari sejumlah pemain Liga 1 dan mantan pemain asing Persiraja, Bruno Dybal, Mifathul Hamdi (Persik Kediri), TM Ichsan (Bhayangkara FC) dan Fitra Ridwan (Persik Kediri).
Pemain Persik Kediri, Miftahul Hamdi melalui komentar di postingan @bolaaceh mendoakan agar Akhirul Wadhan segera diberi kesembuhan.
Ia juga berharap kejadian ini tak terulang lagi. ***
