Politik

Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia Tetapkan Tanggal Idul Adha 2023 Berbeda

102
×

Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia Tetapkan Tanggal Idul Adha 2023 Berbeda

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Mahkamah Agung Arab Saudi mengumumkan adanya penampakan bulan sabit Dhul Hijjah pada Minggu 18 Juni 2023 waktu setempat, yang menandai awal bulan Islam Zulhijah, salah satu bulan tersuci dalam kalender Islam.

Dengan penampakan itu, maka Riyadh menetapkan Idul Adha jatuh pada 28 Juni mendatang.

Seperti dilansir Alarabiya News, Senin 19 Juni 2023, Zulhijah adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Islam, di mana umat Muslim dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk menunaikan ibadah Haji — salah satu dari Lima Rukun Islam.

Sembilan hari pertama Zulhijah dianggap sangat sakral, dengan hari ke-9 dikenal sebagai Hari Arafah. Pada hari itu, jutaan jemaah berkumpul di padang Arafah, dekat Mekah, dalam tindakan untuk menunjukkan iman dan pengabdian.

Di sini, mereka akan melakukan ritual ibadah haji yang penting, yakni berdiri dalam keadaan kontemplatif, berdoa dan bertobat. Disebutkan bahwa pada hari itu, dosa seseorang diampuni, yang menyimbolkan kelahiran kembali dan pembaruan secara spiritual.

Setelah Hari Arafah, umat Muslim sedunia akan merayakan Idul Adha, yang juga dikenal sebagai ‘Hari Raya Kurban’. Hari besar Islam ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan.

Pada akhirnya, Tuhan menyediakan seekor domba untuk dikorbankan, dalam intevensi Ilahi yang diingat dengan rasa syukur oleh umat Muslim setiap tahunnya.

Saat Idul Adha dirayakan, umat Muslim menjalankan ritual hewan kurban untuk mengenang peristiwa tersebut. Daging hewan yang dikurbankan itu kemudian dibagi menjadi tiga bagian; satu untuk keluar, satu untuk teman dan kerabat, dan satu lagi untuk orang miskin dan membutuhkan.

Tindakan semacam itu menggarisbawahi nilai-nilai empati, kedermawanan, dan masyarakat yang menjadi inti dari hari raya tersebut dan ajaran Islam.

Penetapan Idul Adha pada 28 Juni mendatang oleh Saudi berbeda dengan keputusan Kementerian Agama yang menetapkan 10 Zulhijah 1444 H atau Idul Adha jatuh pada 29 Juni 2023. Hal tersebut berdasarkan sidang isbat yang digelar pada Minggu (18/6) kemarin.

“Sidang isbat secara mufakat bahwa 1 Zulhijah 144 H jatuh pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 Masehi dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2023 Masehi,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Pemerintah Putuskan Idul Adha 2023 Jatuh 29 Juni

Pemerintah resmi menetapkan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1444 H jatuh pada 29 Juni 2023. Hal itu berdasarkan keputusan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Pengumuman mengenai keputusan hasil sidang isbat Idul Adha 1444 H disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dalam jumpa pers di kantor Kementerian Agama, Minggu (18/6/2023). Hadir dalam sidang isbat itu perwakilan MUI, organisasi Islam, Komisi VIII DPR hingga duta besar negara sahabat.

“Sidang isbat secara mufakat bahwa 1 Zulhijah 144 H jatuh pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023 Masehi dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2023 Masehi,” kata Zainut.

Tim Kemenag sebelumnya memaparkan posisi hilal dari seluruh wilayah Indonesia untuk menentukan awal Zulhijah 1444 H. Kemenag mengatakan posisi hilal di Indonesia pada saat Magrib hari ini masih berada di bawah kriteria baru MABIMS.

“Di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Zulqaidah 1444 H sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS,” kata Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia/Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI, Ahmad Izzudin dalam pemaparannya, Minggu (18/6).

Izzudin menyebut kriteria baru MABIMS menetapkan secara astronomis, hilal dapat teramati bila bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. Sementara menurut Izzudin, pada saat Magrib 18 Juni 2023, posisi bulan di Indonesia tingginya 0 derajat 20 sampai 2 derajat 36 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 40 menit sampai dengan 4 derajat 94 menit.

“Melihat data tersebut, maka pada hari Ahad, 18 Juni 2023 di seluruh wilayah Indonesia, menurut kriteria Imkan Rukyat Baru MABIMS secara teori diprediksi tidak dapat teramati,” tutur Izzudin.

Keputusan berbeda dengan waktu Idul Adha Muhammadiyah. PP Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada 28 Juni 2023. PP Muhammadiyah juga telah mengusulkan kepada pemerintah soal libur pada 28 Juni.

Jajaran pemerintah sudah membahas usulan libur dua hari yang disampaikan Muhammadiyah. Saat ini para menteri masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut pengumuman soal libur Idul Adha 2023 akan dilakukan Senin (19/6). Dia akan mengumumkan itu usai pembahasan di tingkat menteri tuntas.

“Mudah-mudahan Senin (19/6) sudah ada pengumuman,” ujarnya kepada awak media saat menghadiri acara Blitar Jadoel, Sabtu (17/6).

PBNU Tetapkan Idul Adha 29 Juni
PBNU juga menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada tanggal 29 Juni 2023. Hal ini diketahui setelah melakukan rukyatul hilal.

“Sehingga diawali bulan Zulhijah itu lusa pada hari Selasa, kalau hari Selasa tanggal 1 Zulhijah, maka nanti puasa Arafah tanggal 28 Juni. Hari Kamis tanggal 29 Juni baru lebarannya,” kata Rais Syuriah PBNU Cholil Nafis dalam kanal YouTube TVNU, Minggu 18 Juni 2023.

Wamenag Imbau Hargai Perbedaan Waktu Idul Adha
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi berharap tidak ada yang menonjolkan perbedaan bila ada pihak yang berbeda terkait pelaksanaan Idul Adha.

“Bahwa jika pada hari ini ataupun ke depannya ada perbedaan dalam pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha kami berharap tidak ada yang menonjolkan perbedaan,” kata Zainut dalam konferensi pers hasil sidang isbat di Jakarta, Minggu 16 Juni 2023.

Zainut menegaskan perbedaan yang terjadi bukan untuk saling mencaci. Akan tetapi, kata Zainut, perbedaan harus disikapi dengan sikap toleransi saling menghargai untuk menemukan titik temu persamaan yang dimiliki.

“Akan tetapi harus dicari titik temu dari persamaan-persamaan yang dimiliki kita harus memiliki sikap toleransi, tasamuh. Kita harus saling menghargai perbedaan yang terjadi bukan saling mencaci dan melakukan hal-hal yang tidak disukai,” kata Zainut.

Komisi VIII Minta Publik Tak Terprovokasi
Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi mengimbau perbedaan penetapan hari raya Idul Adha antara pemerintah dan Muhammadiyah perlu disikapi dengan toleran oleh masyarakat.

“Saya ingin imbaukan kepada masyarakat, yang pertama bahwa kita berharap dengan perbedaan-perbedaan ini tentu akan sangat indah jika dari aspek ini dikembangkan sikap toleransi, hormat-menghormati dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah,” kata Ashabul dalam jumpa pers di kantor Kementerian Agama, Minggu 18 Juni 2023.

Ashabul mengingatkan jangan sampai perbedaan perhitungan dalam menentukan Idul Adha ini menimbulkan pecah belah. Dia pun berharap masyarakat tak mudah terprovokasi narasi-narasi intoleran yang rawan muncul di media sosial.

“Perbedaan perhitungan dan pendekatan yang dilakukan tidak boleh memecah belah bahkan harus merukunkan dan mengakrabkan kita semua. Semua pihak diharapkan tidak terprovokasi dengan perbedaan tanpa akhir di media-media sosial,” katanya.

Ashabul mengimbau masyarakat langsung mengecek informasi yang akurat ke sumber otoritas seperti Kemenag dan ormas-ormas Islam.

“Jika ada hal yang ingin diketahui secara akurat silakan ditanya ke sumber utamanya, bisa ke Kementerian Agama, bisa juga ke ormas-ormas keagamaan Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lain-lain,” katanya. ***