Politik

Begal di Medan Akan Ditembak Mati

176
×

Begal di Medan Akan Ditembak Mati

Share this article

PIKIRANACEH.COM | NASIONAL – Berawal dari Wali Kota MedanBobby Nasution mendukung polisi untuk menembak mati para begal yang beraksi di Medan, Sumatra Utara. Ia mengatakan bahwa begal sudah sangat meresahkan.

Pernyataan dukungan tembak mati begal itu pun menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung, ada pula yang mengkritik Bobby Nasution, Wali Kota Medan.

Bobby Nasution berharap agar pihak kepolisian lebih tegas dalam menindak para pelaku di lapangan. “Walaupun harus ditembak mati,” tutur Wali Kota Medan ini dalam video yang diunggah akun instagram miliknya, Jumat 7 Juli 2023.

Tak lama dua hari berselang yakni, Minggu 9 Juli 2023, tim Polrestabes Medan meringkus dan menembak mati seorang begal di Kota Medan. Bukan tanpa sebab ditembak, menurut polisi karena berusaha kabur dan menyerang petugas.

Wali Kota Medan sekaligus menantu Presiden Jokowi ini langsung mengapresiasi Polrestabes Medan pada esok harinya atau Senin, 10 Juli 2023.

Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan, Ini Profil Raihanah Az-Zahra, Wakili Aceh Paskibra Nasional 2023

Sementara itu, pernyataan Bobby Nasution dan tindakan Polrestabes Medan membuat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merespon serta mengecam keras.

KontraS menilai dan paham bahwa begal sangat meresahkan dan merugikan masyarakat Medan. Namun, menurut KontraS, pernyataan tersebut acuh terhadap HAM, dan sepertinya mendukung kepolisian untuk menindak dengan semena-mena.

Baca Juga: Lirik Sholawat Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad, Obat Hati dan Keselamatan

Kontras melanjutkan responnya, yakni sesungguhnya aparat Kepolisian dalam melakukan tindakan di lapangan sudah memiliki standar yang ketat dan tegas, khususnya ketika menggunakan senjata api,” kata KontraS dalam siaran pers, Selasa 11 Juli 2023.

 

KontraS juga mengingatkan, bahwa melalui Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009, yaitu tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dengan jelas diatur bahwa penggunaan kekuatan dalam pelaksanaan tugas Kepolisian harus dilakukan berdasarkan prinsip legalitas, proporsionalitas, preventif dan masuk akal.

Kemudian, tuaian pro dan kontra masih terus bergulir dengan respon dari berbagai kalangan. Salah satunya seperti , Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Haris Wijaya mengungkap bahwa dirinya sangat mendukung langkah Bobby Nasution yang meminta aparat kepolisian agar menindak tegas para pelaku begal.

 

“Kewibawaan aparat Polri dan Pemko Medan sedang dipertaruhkan. Oleh karenanya harus segera ada banyak tindakan nyata untuk mengatasi maraknya aksi begal,” kata Haris dalam keterangan tertulis, Jumat 14 Juli 2023.

Mabes Polri turut angkat bicara soal pro dan kontra yang ramai dibahas dalam seminggu ini. Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan tindakan tegas terukur atau penembakan kepada pelaku kejahatan memang sudah diatur dalam undang-undang.

 

Akan tetapi, Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa, tidak semua pelaku kejahatan bisa langsung ditembak, apalagi di ‘Dor’ sampai mati.

Spesialis Banda Aceh Kaget, Ini Hilangkan Keriput Luar Biasa Gila!

Kamera Telah Menangkap Sesuatu yang Seharusnya Tidak Kita Lihat!

Secara singkatnya yaitu, tindakan tegas terukur pada dasarnya diambil jika memang bertujuan melindungi masyarakat atau anggota kepolisian yang sedang bertugas.

 

“Namun bukan berarti dilegalkan dalam setiap peristiwa,” kata Sandi kepada wartawan, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 15 Juli 2023